Pimpro Optimistis NYIA Selesai 2019

112
Beberapa mahasiswa berhadapan dengan petugas saat proses landclearing lahan calon bandara. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Proyek Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo terus bergulir. Pimpinan Proyek (Pimpro) Pembangunan Bandara, Sujiastono, optimistis target 2019 bandara selesai dan beroperasi bakal tercapai.

Namun demikian, beberapa pihak menyangsikan target tersebut terwujud. Alasannya, proses pembayaran dan pengosongan lahan belum juga tuntas.

Sujiastono menegaskan proses pembayaran dan pengosongan lahan mendekati selesai. “Semua proses dilaksanakan berdasarkan undang-undang pembebasan tanah untuk kepentingan publik,” kata dia.

Sujiastono optimis landclearing segera selesai. Meski diakui ada beberapa warga belum bersedia keluar dari kawasan calon bandara tersebut. Mereka mendapat dukungan beberapa mahasiswa dari Jogja.

Dia yakin penolakan segera ada solusi. “Kalau ada yang pesimis kita lihat saja nanti seperti apa. Semua dilaksanakan simultan. Target 2019 kan bisa ditanyakan ke PT Pembangungan Perumahan yang mengerjakan fisiknya,” katanya.

Baca Juga :  Karang Taruna untuk Pemberdayaan

Sekretaris Proyek Pembangunan NYIA, Didik Catur, meyakinkan target waktu pembangunan bandara akan tercapai. Pembayaran terus berjalan melalui konsinyasi.

“Ada 45 bidang disidangkan di PN Wates. Kini ada yang tengah dilengkapi dokumennya 29 bidang. Konsinyasi ini kan melibatkan beberapa pihak, bukan hanya PT AP saja,” ujarnya.

Kegiatan pengosongan lahan pekan ini terus berjalan. Memang kadang ada penolakan keras oleh beberapa warga yang belum menerima. Beberapa kali terjadi ketegangan saling dorong antara mahasiswa dan warga penolak dengan anggota polisi yang mengamankan jalannya landclearing.

Empat mahasiswa sempat diamankan polisi karena dipandang menprovokasi warga. Mereka kemudian dibebaskan  meski pemeriksaan masih akan dilanjutkan.

Keempat mahasiswa perguruan tinggi di Yogyakarta itu diamankan setelah terlibat bentrok saat proses pembersihan lahan pembangunan bandara di Desa Glagah, Selasa pagi.

Baca Juga :  Warga Balerante Sempat Panik dan Tinggalkan Rumahnya

Halangi petugas

Wakil Kepala Polres Kulonprogo, Kompol Dedi Surya Dharma, kepada wartawan mengatakan, aktivis mahasiswa ini menghalangi petugas dan backhoe saat menjalankan pekerjaan pembersihan lahan. Mereka memprovokasi warga.

Upaya negosiasi yang dilakukan petugas di lapangan tak dihiraukan dan justru kemudian suasana memanas hingga berujung bentrok.

“Mereka membandel lalu meneriaki dan meludahi anggota kami. Dari situ, empat aktivis mahasiswa yang terindikasi memprovokasi ini kami bawa ke Polres untuk diperiksa. Pukul lima sore mereka kami kembalikan dalam keadaan sehat tanpa luka. Kuasa hukumnya datang menjemput,” kata Dedi, Rabu (10/01/2018). (sol)