Pintu Damai Semakin Terbuka Lebar

192
PKL Pendowo memantau dan mengikuti Proses Mediasi Gugatan Perdata. (hery priyantono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Pintu damai antara Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun Purworejo atau PKL Pendowo makin terbuka lebar. Hal ini terungkap dalam Sidang Mediasi, Rabu (13/12/2017), di Pengadilan Negeri (PN) Purworejo.

PKL Pendowo sebagai Pihak Penggugat siap berdamai dengan para Pihak Tergugat, yakni Bupati Purworejo, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum serta Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Pemkab Purworejo.

Dalam surat yang diserahkan kepada Hakim Mediator PN, pihak PKL Pendowo memberikan Konsep Perdamaian. Ada tiga konsep perdamaian yang diinginkan para PKL yang sudah puluhan tahun menghiasi Alun-alun Purworejo di waktu malam hari tersebut.

Ketiga konsep tersebut, yakni PKL Pendowo meminta agar jika Taman Kuliner menjadi tempat berjualan bagi para PKL Pendowo harus dengan cuma-cuma alias tanpa pungutan.

“Kami minta tidak ada pungutan sepeser pun yang akan dibebankan kepada PKL Pendowo untuk menempati Taman Kuliner,” pinta Tamrin, kepada koranbernas.id.

Ketua PKL Pendowo Tri Kurniawan Toro (kiri) bersama Ketua Tim Kuasa Hukum PKL Pendowo, Tamrin Mahatmanto. (hery priyantono/koranbernas.id)

Kedua, jika PKL Pendowo ditempatkan di Taman Kuliner segala bentuk tanggung jawab, pembinaan, perlindungan dan pemberdayaan PKL adalah sepenuhnya wewenang Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Pemkab Purworejo.

Dan yang terakhir, tertuang pernyataan syarat jika nantinya PKL Pendowo benar-benar harus meninggalkan berjualan di Kawasan Alun-alun dan kemudian ditempatkan di Taman Kuliner maka Pemkab Purworejo harus menjamin Alun-alun harus bersih dari PKL lain dan tidak ada aktivitas perdagangan dalam segala bentuk, seperti perdagangan dengan menggunakan mobil karavan (mobil didesain gerobak jualan) dan gerobak.

Hakim Mediator PN Purworejo, Antyo Harri, mengapresiasi konsep perdamaian yang diajukan oleh Pihak Penggugat yakni PKL Pendowo.

“Saya kira konsep perdamaian itu bagus sekali. Tinggal sekarang bagaimana Pihak Tergugat menyikapinya. Kami berharap Sidang Mediasi terakhir nanti, benar-benar terwujud perdamaian yang win-win solution,” harap Antyo.  (sol)