PKL Alun-alun Pendowo Mulai Mediasi

359
Suasana sebelum Sidang Mediasi Gugatan Perdata PKL Pendowo, di Pengadilan Negeri Purworejo, Rabu (11/10/2017) pagi (hery priyantono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Mediasi hari pertama tindak lanjut atas Gugatan Perdata Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Pendowo, atau PKL Malam Hari Alun-alun Purworejo akhirnya digelar. Mediasi dilakuka di Ruang Sidang Kartika, Pengadilan Negeri (PN) Purworejo, Rabu (11/10/2017) pagi.

Dalam Sidang yang dipimpin Hakim Mediator dari PN setempat, Antyo Harri Susetyo SH, dimulai pukul 10.25 WIB. Dari Pihak Penggugat, hampir seluruh PKL hadir, serta satu orang yang tidak bisa hadir dalam sidang mediasi, dikarenakan sakit. Kuasa Hukum PKL Pendowo, 4 orang yang hadir, yakni Tamrin Mahatmanto SH, Dr Teguh Purnomo MHum, Haryanto SH dan Kasran SH.

Sedangkan dari Pihak Tergugat dihadiri, diantaranya, sebagai Kuasa Khusus, Drs Murwanto MM yang juga sebagai Asisten Sekda 1 Bidang Hukum dan Pemerintahan, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdangan Dra Suhartini MM, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Ir Fathori, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Drs Pram Prasetyo Achmad MM serta Kepala Dinas Perhubungan Drs Agus Budi S, MM. Untuk kedua kalinya, Tergugat 1, Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM, tidak hadir dalam perkara perdata itu.

Baca Juga :  Audisi Liga Dangdut Indonesia Digelar di 34 Provinsi

“Bupati tidak bisa hadir. Karena beliau saat ini ada penandatangan soal Pansimas di Denpasar,” terang Murwanto.

Dalam sidang mediasi tersebut, Pihak Penggugat atau PKL Pendowo, sesuai perintah Hakim Mediator menyerahkan Resume Perkara.

Berbeda dengan Pihak Tergugat, kesemuanya tidak menyerahkan resume kepada Hakim Mediator. “Kami belum siap, Majelis,” ucap Murwanto dalam sidang tadi.

Sidang sendiri dinyatakan tertutup, dan media hanya diijinkan mengambil gambar sebelum mediasi dilakukan. Sidang ditutup pada pukul11.05 WIB dan akan dilanjutkan pada pekan depan.

Terpisah, Hakim Mediator PN, Antyo Harri Susetyo menjelaskan bahwa Resume Perkara sifatnya wajib untuk Penggugat dan Tergugat dalam Mediasi Sidang Perdata.

“Resume itu wajib, seharusnya pihak Tergugat sudah harus menyiapkan karena sudah diberikan waktu tujuh hari,” jelas Antyo kepada Koran Bernas, usai mediasi, pada Rabu (11/10/2017) siang.

Baca Juga :  Jalan di Kantong Kemiskinan Tak Lagi Rusak

Dijelaskan, dengan belum diserahkannya resume oleh Pihak Tergugat tampak ketidaksiapan dalam menghadapi mediasi tadi.

“Ya, terpaksa sidang mediasi akan kami lanjutkan lagi pada Hari Rabu (18/10/2017), pekan depan,” selorohnya. (yve)