Plt Bupati Tidak Mau Lantik 48 Kades di Pendopo Pemkab

295
Plt Bupati Klaten Hj Sri Mulyani saat memimpin pelantikan 48 kades terpilih hadil pilkades 28 Juli lalu di Bukit Cinta Desa Gunung Gajah Bayat. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORAN BERNAS, ID–Sebanyak 48 kepala desa (kades) terpilih hasil pilkades 28 Juli lalu dilantik di obyek wisata Bukit Cinta Watu Prau Desa Gunung Gajah Kecamatan Bayat Klaten, Kamis (28/09/2017)

Acara pelantikan dan pengambilan sumpah janji kades masa bhakti 2017-2023 itu secara simbolis dipimpin Plt Bupati Hj Sri Mulyani dan dihadiri muspida, para pejabat di lingkungan Pemkab Klaten, camat, keluarga dan.pendukung kades terpilih. Acara tersebut dimeriahkan pula pertunjukan seni gejog lesung.

Dalam sambutannya, Hj Sri Mulyani meminta kades yang telah dilantik untuk segera bekerja dan berkoordinasi dengan perangkat desa yang lain.

“Layani masyarakat dengan baik dan jangan beda-bedakan pelayanan kepada warga. Rangkul yang kemarin berseberangan dan bersama-sama membangun desanya menuju lebih baik lagi,” pintanya.

Dijelaskan, bantuan pemerintah yang masuk ke desa dalam bentuk dana desa cukup besar.

“Oleh karenanya silahkan dimanage dan gunakan dana itu secara terbuka, transparan dan bertanggungjawab,” imbuhnya.

Sementara itu Tulus Nugroho SE, Kades Jatipuro Kecamatan Trucuk usai dilantik mengatakan pada prinsipnya dia mulai efektif bekerja setelah serah terima jabatan di kecamatan.

“Kan baru saja dilantik. Serah terimanya kan belum. Sabtu rencananya ada sertijab di kecamatan,” ujarnya kepada koranbernas.id.

Bagi Tulus Nugroho, jabatan kepala desa merupakan amanah yang harus dijalankan dan dipertanggungjawabkan. Kepala desa merupakan pemimpin yang bisa mensejahterakan warga dan membangun desanya.

Setelah terpilih menjadi Kades Jatipuro dalam pilkades 2 bulan lalu, Tulus Nugroho mengaku telah memiliki program yang semuanya untuk mensejahterakan rakyat. Diantaranya membeli mobil sehat.

Mobil sehat jenis Suzuki APV itu dibeli dan tujuannya untuk membantu warga yang sakit dan bisa diantar berobat ke rumah sakit.

“Mobil ini untuk membantu mengantar warga yang sakit berobat. Siapa saja yang sakit bisa diantar pakai mobil ini,” jelasnya seraya menunjuk mobil yang sudah parkir di garasi rumahnya

Pelantikan kades kemarin sungguh berbeda dengan kegiatan seremonial pemda lainya. Kalau biasanya acara-acara serupa dilaksanakan di pendopo pemkab, maka kali ini.justru di tempat wisata. Alasannya untuk memperkenalkan obyek wisata itu kepada para kades yang dilantik dan keluarganya.  (SM)