PMKRI Bangun Bangsa dengan Semangat Pancasila

192

KORANBERNAS.ID — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM), Ignasius Jonan menegaskan pembangunan Indonesia harus dilakukan dengan semangat persatuan dalam bingkai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Hal tersebut disampaikan Jonan dalam Dialog Terbuka pada Konferensi Study Nasional (KSN), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) bertema “Radikalisme dan Kesenjangan Sosial dalam Dimensi Pembangunan Nasional” yang diikuti 33 cabang di Hotel Clarion Makasar Sulawesi Selatan, pada Sabtu (30/09/2017).

Menurut Jonan, PMKRI tidak boleh merasa jadi kaum minoritas di tengah perbedaan. Sebab membangun bangsa semangatnya dengan Pancasila. Karenanya semua angggota PMKRI diharapkan bisa bersikap inklusif dalam melihat perbedaan di indonesia.

“PMKRI tidak boleh eksklusif dalam melihat perbedaan yang ada serta jangan merasa sebagai kaum minoritas,” ungkap Jonan.

Baca Juga :  “Nanti Kita Foto Bareng, Ya…”

Sementara Ketua PP PMKRI Angelo Wake Kako mengatakan, KSN menjadi forum strategis bagi PMKRI untuk mengkaji permasalahan aktual bangsa. Kali ini persoalan radikalisme dan kesenjangan sosial menjadi topik kajian PMKRI.

Ketua PP PMKRI periode 2016 -2018 ini menjelaskan dasar pijakan PMKRI mengusung tema Radikalisme dan Kesenjangan Sosial adalah menguatnya fundamentalisme. Yakni fundentalisme pasar dan fundamentalisme agama dalam konteks kebangsaan kita saat Ini.

“Forum ilmiah KSN bisa menghasilkan rekomendasi-rekomendasi strategies guna perbaikan bangsa kedepan, serta PMKRI akan ikut terlibat secara nyata melalui aksi aksi nyata yang akan dijalankan di seluruh Indonesia,” imbuhnya.(*/yve)