PNS Bantul Disinyalir Masuk Jaringan Saracen, Ini Kata Polisi !

601

KORANBERNAS.ID — Sejak siang ini nama salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemkab Bantul dikaitkan dengan jaringan Saracen dan telah ditangkap kepolisian. Bahkan Foto e-KTP perempuan berinisial DRS (52) yang beralamat di Srandakan tersebut menyebar di kalangan media
yang tugas di Bantul.

AKBP Imam Kabut Sariadi SIK MM, Kapolres Bantul memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar. Apalagi kemudian ada berita upaya penangkapan secara paksa.

“Informasi tersebut tidak benar alias hoax. Yang bersangkutan memang didatangi anggota kami untuk keperluan klarifikasi dan mencari informasi,” kata Kapolres, Sabtu (26/8/2017) sore.

Perwira dengan melati dua di pundaknya ini juga memastikan bahwa di kalangan PNS Bantul tidak ada satupun yang masuk jaringan Saracen.

Seperti diketahui Saracen sendiri adalah jaringan penyebar ujaran kebencian di media sosial (Medsos) dengan ‘menggoreng’ isu SARA dan mereka mendapat bayaran puluhan juta rupiah untuk setiap aksi yang
dilakukan.

Sementara itu dari data yang didapatkan di lapangan jika aparat kepolisian telah mendatangi rumah DRS di daerah Trimurti sekitar pukul 12.45 WIB. Memang benar di tempat tersebut ada PNS berinisial DRS dengan akun Instagram (IG) nana 121287 yang merupakan follower dari akun MustofaNahra.

DRS mengaku pada Januari 2017 silam telah dimintai foto e-KTP sebagai syarat menerima bantuan oleh akun itu. Namun ternyata setelah DRS konfirmasi ke pihak MustofaNahra diketahui jika akun itu telah di hack oleh orang tidak bertanggung jawab. Setelah tahu kemudian DRS memblokir akun yang diikutinya itu.

“Namun pada hari Jumat (25/8/2017) saya mendapat kabar dari teman jika nama saya dan foto e-KTP saya beredar dan dikabarkan sebagai anggota saracen. Ini tidak benar,” tandas DRS kepada petugas. (yve)