Polda-Kodam Siapkan 27.000 Pasukan Amankan Pilkada Serentak

168
Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto. (Bekti Maharani/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro menyiapkan personel-personelnya untuk diterjunkan dalam pengamanan Pilkada Serentak 2018.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menyatakan hal tersebut disela acara Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Jateng di Balai Diponegoro Makodam IV/Diponegoro Jalan Perintis Kemerdekaan Semarang, Jumat (09/02/2018). Selain itu bertempat di lapangan Makodam IV/Diponegoro juga dilaksanakan simulasi pengamanan.

“Polda Jateng akan siagakan 21.000 personel,  ditambah dari TNI hampir enam ribu personel,” katanya.

Kapolda juga menyatakan bahwa simulasi pengamanan Pilkada Serentak khususnya di Jawa Tengah, dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan yang bisa terjadi mulai dari tahap kampanye, pemungutan suara sampai dengan penghitungan suara dan pengumuman hasil.

“Selain dibantu TNI, dalam simulasi ini juga melibatkan unsur Linmas dan Satpol PP. Dalam simulasi ini dikerahkan sebanyak 500 orang,” kata Kapolda.

Dikatakan bahwa kondusivitas dan kelancaran Pemilihan Gubernur Jawa Tengah dan pilkada tujuh kabupaten/kota merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. “Banyak yang berkepentingan dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Baca Juga :  Ada Daftar Pemilih Tak Dikenal

Selain kepolisian dan TNI, penyelenggara seperti KPU dan Bawaslu harus mampu mengantisipasi keberatan atau dugaan pelanggaran sekecil mungkin yang disampaikan pasangan calon atau partai pengusungnya.

“Para calon dan tim suksesnya juga sangat menentukan kedamaian dan kualitas pilkada,” katanya.

Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto menyatakan pihaknya menyiapkan 6.000 personel yang akan siap digerakkan untuk membantu pengamanan Pilkada Serentak 2018 di wilayah Jawa Tengah.

“Mulai dari intelejen, babinsa dan lainnya,” tegasnya.

Ditambahkan Pangdam, intinya dari kegiatan ini adalah bentuk sinergitas TNI-Polri guna  menjaga stabilitas nasional dalam rangka menegakkan kedaulatan NKRI, utamanya di Jawa Tengah.

Situasi simulasi pengamanan di Makodam IV/Diponegoro. (Bekti Maharani/koranbernas.id)

Semua sudah disiapkan dari ujung tombak dalam pengamanan mulai dari babinsa dan babinkamtibmas serta kepala desa juga dikerahkan agar tercipta kondisi aman dan kondusif saat Pilkada.

“Kita harus selalu menjaga kebersamaan dan sinergi dan soliditas, antara TNI-Polri dari tingkat atas sampai level bawah,” tegas Mayjen TNI Wuryanto.

Dalam simulasi suara bom molotov terdengar menggelegar berkali-kali di Kompleks Makodam IV/Diponegoro.

Baca Juga :  Semangat Keberagaman Digelorakan di Wonosobo

Nampak kericuhan massa mulai terjadi pagi itu, berawal dari merangseknya sejumlah orang untuk masuk ke depan TPS Pemilu.

Namun tampak pihak kepolisian dan TNI sigap mengamankan sekitar TPS guna meredam suasana agar tidak meluas.

Karena ada upaya dari oknum tidak bertanggungjawab salah menyusup di acara kampanye salah satu calon gubenur dengan membagi-bagikan uang kepada masyarakat.

Dengan kesigapan petugas dan tersangka bisa dibekuk oleh petugas gabungan TNI-Polri.

Simulasi lainnya yaitu masyarakat  terprovokasi oleh kelompok yang tidak bertanggungjawab, sehingga petugas harus berupaya tetap melindungi cagub yang ada di tengah kampanye.

Bahkan oknum tak bertanbgujawab tersebut menembaki kendaraan polisi dan melemparkan bom molotov berkali-kali. Sehingga petugas harus mengerahkan kendaraan taktis untuk membantu mengendalikan situasi.

Baik dengan membalas tembakan senjata dan gas air mata dari mobil water canon. Tim VIP pun berhasil menyelamatkan cagub, dan tim gegana berhasil menghentikan kegiatan oknum tak bertanggungjawab dengan teknik menembakkan “barikade” dan “under car”.(SM)