Polemik GJH Berlanjut, Pengacara Pengembang Siapkan Langkah Hukum

839
Dr Jatmiko Setiawan Pakar Tektonik dan Struktur dari UPN Veteran Yogyakarta. (surya mega/koranbernas.id)

JOGJA, BERNAS—Pengacara atau kuasa hukum PT Dewi Sri Sejati selaku pengembang perumahan Godean Jogja Hills (GJH) menyiapkan langkah hukum untuk merespon tudingan pakar Geologi UGM yang menyebut proyek GJH rawan longsor. Kuasa hukum pengembang, Yoyok Sismoyo SH menegaskan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah opsi.

Kepada awak media, Yoyok mengatakan, selain somasi, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan akan melaporkan Dr Wahyu Wilopo ke polisi atau bahkan langsung menyampaikan gugatan.

“Semua sangat mungkin kita lakukan. Tapi di awal ini, kami ingin memastikan terlebih dulu, dalam kapasitas apa Wahyu Wilopo melakukan penelitian di lokasi proyek klien kami. Apakah sebagai pribadi, atau membawa nama lembaga dalam hal ini UGM. Untuk itu, saya akan segera mengirimkan surat untuk mempertanyakan hal ini ke rektor,” kata Yoyok, Minggu (08/10/2017).

Yoyok mengatakan, apa yang dilakukan Wahyu Wilopo dengan memasuki lahan milih PT Dewi Sri Sejati tanpa seiizin pemilik tanah dan bahkan kemudian membuat pernyataan di media yang menyebutkan bahwa lokasi proyek ini rawan longsor, jelas sangat merugikan kliennya. Akibat pernyataannya ini, pengembang mengaku dirugikan, karena banyak calon konsumen yang khawatir dan mempertanyakan kebenaran berita ini.

Mewakili kliennya, Yoyok mengibaratkan, kedatangan Dr Wahyu Wilopo di lahan seluas 5 hektar ini, ibarat tamu tak diundang, yang kemudian meletakkan bom di pekarangan rumah yang dia kunjungi sehingga membuat panik banyak pihak.

“Akibat pemberitaan itu, klien kami setiap hari ditelepon calon konsumen yang merasa khawatir. Kami akan lebih senang kalau dia ketemu kami dan menyampaikan pemikirannya sehingga menjadi masukan bagi kami,” tegasnya.

Baca Juga :  Ratusan Ribu Wisatawan Serbu Gunungkidul

Dihubungi terpisah, Dr Wahyu Wilopo mengatakan, dirinya bersama sejumlah mahasiswa masuk ke lokasi calon perumahan Godean Jogja Hills beberapa bulan silam. Kegiatan ini merupakan bagian dari field trip yang rutin dilakukan untuk memberikan bekal pengalaman lapangan kepada mahasiswa.

“Terus terang, memang saya belum melakukan penelitian detail dan mendalam. Tapi dari pengamatan, baik tebing yang bekas diurug ataupun tebing tinggi bekas dikeruk alat berat, jelas rawan longsor,” katanya.

Wahyu menegaskan, dirinya tidak berpretensi untuk menghentikan proyek ini. Sebab hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan pemda. Namun Wahyu mengingatkan, apabila proyek ini berlanjut, pihak pengembang diharapkan melakukan sejumlah langkah untuk memastikan bencana longsor tidak akan terjadi.

“Perlu dilakukan upaya-upaya pengamanan agar peristiwa longsor benar-benar tidak terjadi,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pihak pengembang GJH, PT Dewi Sri Sejati merasa dirugikan dengan pemberitaan salah satu media yang mengutip pernyataan Wahyu Wilopo. Direktur PT Dewi Sri Sejati Alim Sugiyantoro mengaku kaget dengan statemen Wahyu ang menyebut kawasan proyeknya ini rawan longsor.

“Perlu saya sampaikan, kami sudah melakukan penelitian yang mendalam dan komplit bekerjasama dengan salah satu kampus ternama di Jogja. Penelitian ini sengaja kami lakukan, karena kami tidak ingin gegabah dalam menjalankan proyek. Jangan sampai proyek ini membawa dampak merugikan atau bahkan membahayakan masyarakat,” kata Lim.

Baca Juga :  BPNB DIY Gelar Lomba Komik Sejarah

Dari penelitian ini, muncul sejumlah rekomendasi. Utamanya menyangkut upaya-upaya dan langkah-langkah mengantisipasi bencana yang mungkin saja terjadi.

“Tapi itu nanti, setelah izin turun dan kami terima. Perlu diketahui, saat ini kita baru meratakan lahan. Masih sangat panjang proses hingga perumahan ini nanti jadi. Begitu izin kami terima, tentu kami akan melakukan ekspos dan pemaparan ke pemda dan pasti akan dikritisi. Artinya, pakar dari UGM ini pasti belum tahu, seperti apa perencanaan kami. Lha koq membuat statemen seperti itu ke media. Bukan hanya merugikan kami, statemen ini juga berbahaya karena sangat meresahkan. Tapi semua proses itu kan musti menunggu izin keluar dulu. Tidak mungkin kami bergerak sebelum izin keluar. Dan kami pastikan setiap tahapan, faktor keamanan kita perhitungkan dengan cermat,” tandas Alim.

Dosen UPN Veteran Yogyakarta, Dr Jatmiko Setiawan yang mengetuai penelitian selama berbulan bulan di lokasi perumahan ini mengatakan, areal calon perumahan GJH ini cukup aman dari ancaman longsor. Pakar Tektonik dan Struktur ini, melihat, tebit-tebing di lokasi proyek terbentuk dari batuan beku yang cukup kuat menyangga tebing.

“Memang ada sejumlah rekahan. Tapi itu wajar untuk struktur batuan seperti ini. Hanya dengan dibor dan dikasih penguat di sejumlah titik, semua beres. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” tandasnya.(SM)