Polisi Awasi Genk Remaja

208
Kapolres Bantul, AKBP Imam Kabut Sariadi SIK (kedua dari kanan) menunjukkan tersangka pelemparan batako Timbulharjo di Mapolres Bantul, Selasa (07/11/2017). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID–Aparat Polres Bantul akan mengawasi komunitas ataupun genk remaja yang disinyalir banyak muncul dalam pergaulan di masyarakat. Adanya genk, salah satunya berdampak terhadap munculnya friksi dan berujung pada benturan bahkan menimbulkan korban. Seperti kasus pelemparan batako di barat kelurahan Timbulharjo, Minggu (05/11/2017) pukul 02.30 WIB lalu yang menyebabkan korbannya Arif Nurrahman (19) warga Sobayan RT 02, Mredo, Desa Bangunharjo, Kec Sewon meninggal dunia. Tidak sampai 24 jam aparat kepolisian berhasil membekuk dua tersangka yang ternyata salah satunya tetangga korban yakni AR (17) yang tinggal di Mredo RT 05. Sedangkan eksekutor pelempar batu AW (19) merupakan warga Dusun Truwo Rt 02, Desa Bangunharjo.

Baca Juga :  DAU Masuk APBD Untuk Belanja Umum

“Kami tangkap keduanya di rumah masing-masing,”kata Kapolres AKBP Imam Kabut Sariadi SIK dalam pers rilis di Mapolres Bantul, Selasa (7/11/2017). Turut mendampingi adalah Kabag Ops Kompol Djan Benjamin serta Kasatreskrim, AKP Anggaito HP SH. Dihadirkan pula Barang Bukti (BB) yakni pecahan batako ukuran besar, baju tersangka serta helm dua buah.

Menurut Kapolres, kasus tersebut dipicu oleh ketersinggungan tersangka terhadap ucapan korban saat berpapasan sepeda motor di Jalan Imogiri Timur.

“Sampai kemudian AW bersama AR mencari potongan batako dan  mengejar korban sampai ke barat Balai Desa Timbulharjo hingga terjadi pelemparan yang mengenai dada korban,”kata Kapolres.

Saat kejadian, AR berada di depan menyetir motor, sedangkan AW di belakang sebagai eksekutor.

Baca Juga :  Air PDAM Empat Hari Tak Mengalir

Akibat lemparan tersebut, Arif menderita luka di dada dan nyawanya tidak berhasil diselamatkan saat dilarikan ke RS.

“Tentu adanya kasus ini kami akan lebih tingkatkan pemantauan dan pengawasan kepada komunitas-komunitas yang ada di masyarakat, termasuk pelibatan aktif Bhabinkamtibmas. Karena kalau berdasarkan penyelidikan awal, AR dan AW adalah anggota sebuah genk dengan anggota 8-10 orang dan pecahan dari komunitas yang lebih besar,”katanya. (SM)