Polisi Bekuk Sindikat Pencuri Truk dari Jejak IT yang Terlacak

522
Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo memberikan keterangan pers terkait penangkapan sindikat pencuri truk. (rosihan anwar/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID– Tim Gabungan Progo Sakti Jatanras Polda DIY bekerja sama dengan tim buru sergap (buser) Polres Gunungkidul berhasil membekuk komplotan atau sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang biasa membidik kendaraan truk. Komplotan spesialis yang termasuk langka itu ditangkap di sejumlah tempat berbeda.

Mereka mengaku sempat beraksi di sejumlah daerah termasuk mencuri truk milik Asep Triyono warga Sambirejo Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunungkidul, Rabu (31/1) silam.

Direktur Ditreskrim Umum (Dirreskrimum) Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo kepada sejumlah media pada jumpa pers, Jumat (23/02/2018), menyatakan aparat sempat kesulitan mengungkap kasus pencurian truk karena selain jarang terjadi, para pelaku juga merupakan sindikat lintas provinsi yang selalu berpindah-pindah.

“Ini kita ambil (tangkap pelaku) semuanya tidak ada yang di wilayah kita. Mereka kita ambil di wilayah hukum Polda Jateng, Polda Jabar dan Polda Jatim,” ujar Hadi Utomo.

Kesulitan aparat, kata Hadi, juga disebabkan karena saksi mata terbilang minim. Selain itu, para pelaku juga bukan berasal dari DIY. Namun berkat teknik penyelidikan dan juga bantuan perangkat IT (Information Technology) yang cukup canggih, petugas berhasil membekuk enam komplotan tersebut.

“Mereka berjalan, mengambil kemudian jalan terus untuk menjual. Ini agak susah pengungkapannya teman-teman, karena setelah mengambil mereka pergi. Namun jejak-jejak IT-nya ada di kita. Kita bisa deteksi berkat kerja sama teman-teman opsnal, baik Polda Jatim, Jabar dan juga Jateng,” tuturnya.

Setiap truk yang berhasil dicuri kemudian dilempar ke penadah seharga Rp 55 juta – Rp 65 juta. Dari catatan kepolisian, kasus ini merupakan yang pertama dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Nah, mereka mencuri juga berdasarkan pesanan. Misalnya penadah minta truk jenis ini, baru mereka bergerak,” terang Hadi Utomo.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Rudy Prabowo menyebutkan, komplotan ini kerap melakukan pencurian terhadap kendaraan truk yang diparkir di pinggir jalan yang sepi.

“Dari enam orang ini, ada yang berperan untuk mengamati situasi. Dia melihat korban itu lengah. Seperti tempatnya sepi, truknya di parkir di pinggir jalan,” kata Rudy kepada koranbernas.

Sindikat itu juga pernah melakukan pencurian di lima tempat berbeda dengan modus operandi yang sama. “Hasil interogasi, ada kasus di Ciamis, Kendal, Bantul dan dua kali di Gunungkidul dengan TKP yaitu di Ngawen dan Karangmojo,” papar dia.

Pelaku yang dibekuk petugas adalah Yanto sebagai otak utama komplotan. Andri, anak Yanto, yang bertugas mencari sasaran, Doto alias Asworo yang berperan mengawasi situasi saat beraksi.

Kemudian ada Tatang alias Beni yang membantu proses penjualan truk. Keempatnya berasal dari Kudus. Sedangkan dua anggota komplotan lainnya yaitu Sutris dan Arifin yang berperan menerima hasil curian dan mencari calon penadah juga ditangkap di Pati Jawa Tengah.

Dari hasil pengungkapan kasus itu, petugas menyita dua kunci letter T yang digunakan untuk menjalankan truk, dan juga satu unit truk hasil curian. Keenam anggota komplotan ditangkap di beberapa tempat berbeda seperti Garut Jawa Barat, Kudus dan Pati Jawa Tengah. (sol)