Polisi Bekuk Tiga Pelaku Penyalahgunaan Psikotropika

110
Tiga pelaku penyalahgunaan psikotropika berhasil diamankan jajaran Satserse Narkoba Polres Purbalingga. (prasetyo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Satuan Reserse Narkoba Polres Purbalingga berhasil membekuk tiga orang pelaku penyalahgunaan psikotropika. Dari tiga orang yang diamankan, dua orang merupakan penjual dan satu orang sebagai pembeli atau pemakainya.

Kasat Reserse Narkoba Polres Purbalingga AKP Senentyo, Kamis (18/1/2018) mengatakan,  pengungkapan kasus itu  berawal dari keributan di tempat parkir sebuah tempat karaoke di wilayah Kelurahan Karangsentul Kecamatan Padamara Purbalingga, Rabu (17/01/2018) dini hari.

Petugas yang datang ke lokasi kemudian melerai keributan tersebut. Saat dimintai keterangan salah seorang terlihat seperti orang mabuk.

Tatkala dilakukan pemeriksaan didapati ada obat terlarang jenis Alprazolam di saku celana seorang berinisial JDP (23) warga Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas.

Baca Juga :  Penambang Batu Meninggal Tertimpa Longsor

“Dari pemeriksaan terhadap JDP, didapat keterangan obat terlarang miliknya dibeli dari orang lain. Kemudian kita berhasil mengamankan dua tersangka lain sebagai penjual psikotropika tersebut di rumah mereka masing-masing,” ujar  Senentyo.

Dua orang yang diamankan kemudian yaitu SP (36) dan DA (42). Kedua orang tersebut adalah penjual psikotropika kepada JDP dan masing-masing bertempat tinggal di wilayah Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas.

Dari tangan para tersangka diamankan sejumlah barang bukti antara lain 40 butir psikotropika jenis Alprazolam 1 mg dalam empat aluminium foil sebagai pembungkusnya, tiga unit telepon genggam, sejumlah uang tunai, satu lembar salinan resep, celana panjang jenis jins warna biru dan sejumlah barang lainnya.

Baca Juga :  Siap-Siap, Sleman Bangun 13 Perumahan Baru

Senentyo menambahkan, ketiga tersangka kini menjalani pemeriksaan intensif. Tersangka pembeli dan pemakai  dikenai pasal 62 UU RI Nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara.

Sedangkan bagi penjualnya dijerat dengan  pasal 71 ayat (1) subs pasal 62 subs pasal 69 UU RI  Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika. (sol)