Polisi Lacak Pembunuh Pemandu Lagu

855
Warga dan petugas mengamati sumur, tempat ditemukannya mayat perempuan. (dok. koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Guna mengungkap kasus mayat Sri Iswanti, warga Loano Purworeja yang ditemukan di sumur petani di Pantai Glagah, jajaran Polres Kulonprogo berusaha kuat menemukan telepon seluler (ponsel) milik korban. Dari percakapan maupun pesan di ponsel tersebut diharapkan akan dapat menguak kasus itu.

Kasat Reskrim Polres Kulonprogo, AKP Dicky Hermansyah meyakini meninggalnya Sri Iswanti dikarenakan pembunuhan. Dari pemeriksaan jenazah korban di RS Bhayangkara, Dicky menyatakan korban yang merupakan pemandu lagu di salah satu kafe itu mengalami kekerasan di bagian kepala dan mengalami dua tusukan yang diduga menjadi penyebab fatal kematian korban. Yaitu di pipi sebelah kanan dan rahang belakang samping kiri bawah. Selain itu ada bekas benturan benda tumpul yang diduga muncul saat tubuh korban dimasukkan ke dalam sumur serta beberapa luka lebam.

Mengenai pelacakan ponsel kurban, diketahui telepon genggam korban masih terlihat aktif pada Kamis (11/01/2018) pagi hingga sekitar pukul 06.00 WIB dan berada di wilayah Purworejo. Namun setelah itu telepon genggam berstatus tidak aktif.

“Dugaan kami, telepon genggam ini terbawa atau sengaja dibawa oleh pelaku,” tuturnya kepada wartawan di Mapolres Kulonprogo, Pengasih, Jumat (12/01/2018).

Polisi akan bekerjasama dengan penyedia layanan telekomunikasi untuk melacak keberadaan telepon genggam tersebut. Termasuk melihat sejarah percakapan pesan singkat atau sambungan telepon terakhir yang dilakukan oleh korban dan orang yang bisa diduga sebagai pelaku.

Dalam usahanya Polres Kulonprogo menjalin kordinasi dengan Polsek Loano serta Polres Purworeja. Pihaknya juga sudah minta keterangan dari beberapa rekan kerjanya, termasuk di sebuah kafe di wilayah Purwosari, Purworejo, tempat Sri Iswanti itu bekerja sebagai pemandu lagu

“Dari berbagai informasi korban ini punya dua unit telepon genggam, jadi yang satu untuk berkomunikasi reguler, sedangkan kartu untuk akun WhatsApp ada di telepon genggam yang lain. Yang kami khawatirkan saat ini adalah percakapan atau panggilan, dilakukan dengan aplikasi percakapan seperti whatsApp, sepertinya sukar diketahui operator,” kata dia

Dari tempat kostnya kurban meninggalkan kamar kosnya pada Rabu (10/01/2018) sekitar pukul 21.00 WIB dengan berjalan kaki. Ia mengatakan kepada temannya akan kembali ke kos pukul 22.00 WIB, tapi sampai pagi tidak kembali,” ungkap Dicky.

Dikatakan Dicky, jajarannya sudah mendatangi sejumlah penginapan di kawasan Pantai Glagah. Namun tidak menemukan adanya petunjuk bahwa korban sempat menginap di sana.

“Dari analisa korban dimasukkan ke dalam sumur saat kondisinya sudah meninggal dunia. Namun belum dapat dipastikan kapan korban meninggal dunia. Dari pemeriksaan awal diperkirakan kurang dari 24 jam sebelum ditemukan,” terangnya.

Seperti diberitakan di sebuah sumur di selatan pintu masuk Pantai Glagah diketemukan mayat merempuan. Mayat wanita muda bertubuh semok rambut dicat pirang dan dipaha kanannya terdapat tatto.

Sebelumnya warga sempat mencurigai adanya mobil sejenis avanza yang parkir disitu menjelang subuh. Mayat ini kemudian diketahui sebagai Sri Iswanti warga Loano Purworeja yg konon bekerja sebagai pabdu lagu disebuah karaoke di Purwodadi Purworejo.(yve)