Polisi Pelabuhan Dibunuh di Jalur Pantura

322
Jenazah Aiptu Samsul Huda saat dimasukkan mobil jenazah. (maharani/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Anggota Polrestabes Semarang, Aiptu Samsul Huda (49), ditemukan tewas mengenaskan di pinggir Jalan Arteri Yos Sudarso, sekitar 400 meter dari perempatan Anjasmoro, Sabtu (20/01/2018) dini hari.

“Saat ditemukan  tubuh almarhum penuh luka,” ungkap Kombes Pol Abioso Seno Aji, Kapolrestabes Semarang, kepada wartawan di sela-sela kegiatan pemeriksaan jenazah korban di kamar jenazah RSUP Kariadi, Sabtu pagi.

Tampak di tubuh polisi yang saban hari berdinas di Polsek Pelabuhan Tanjung Emas ini sejumlah luka tusuk dan sayatan senjata tajam (sajam).

“Tusukan di bagian badan atas (dada), bawah perut ada dua, kemudian di jari telunjuk kiri hampir putus, sayatan di telapak tangan sebelah kanan cukup panjang, paha kanan bagian belakang ada sayatan, dan luka tusukan di bagian punggung,” ungkapnya.

Kapolrestabes menjelaskan korban diketahui lepas dinas dari tugasnya di Polsek Pelabuhan Tanjung Emas Jumat (19/01/2018) sekitar pukul 20:00.

Baca Juga :  Mahasiswa Harus Mau Belanja di Pasar Tradisional

Warga Jalan Candi Mutiara Timur IV No 337 Kelurahan Kalipancur Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang ini, memang biasa melintasi Jalan Arteri Yos Sudarso, baik berangkat kerja maupun pulang usai berdinas.

Garis polisi terpasang di TKP ditemukannya korban. (maharani/koranbernas.id)

Kapolrestabes lebih lanjut menyampaikan, informasi pertama yang diterima jajarannya sekitar pukul 00:15, ada laki-laki meninggal dunia di Jalan Arteri Yos Sudarso, lajur pelabuhan menuju Kendal.

“Kejadian di ruas jalan yang memang dilalui oleh korban ketika perjalanan dari kantor untuk menuju ke rumah,” terangnya.

Awalnya polisi menduga korban meninggal karena tabrak lari. Namun setelah dilakukan pengecekan dan pemeriksaan diketahui yang bersangkutan merupakan anggota Polsek Pelabuhan Tanjung Emas dan menjadi korban pembunuhan.

“Setelah dibawa dan dilihat di RS Kariadi, di ruang jenazah, baru kelihatan banyak sekali luka luka di sekujur tubuhnya. Dugaan kami, bukan meninggal akibat kecelakaan, korban ini meninggal akibat tusukan benda tajam,” katanya.

Baca Juga :  Prosesi Kirab Iringi Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY

Kali pertama ditemukan, korban tergeletak dalam posisi tertelungkup, lengkap dengan seragam dinasnya. Aiptu Samsul Huda bertugas sebagai anggota lalu lintas.

Seragam lalu lintasnya tertutup jaket hitam yang dibalut rompi hijau petugas lalu lintas. Sementara posisi motornya, Mio warna biru K 6535 RS dalam kondisi jatuh tak jauh dari korban tergeletak.

Belum jelas motif pembunuhan polisi yang terjadi di jalur pantai utara (pantura) Jawa, penghubung Demak – Semarang – Kendal ini.

Polrestabes Semarang langsung membentuk tim khusus guna mengejar pelaku pembunuhan. “Semoga kami bisa cepat menangkap pelaku sehingga bisa diketahui motifnya,” tukas Abi.

Usai diperiksa di RSUP Kariadi, jenazah Samsul Huda dibawa ke RS Bhayangkara untuk perawatan lebih lanjut.

Rencananya korban dimakamkan di tempat kelahirannya di Desa Ngadiharjo Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang Jawa Tengah. (sol)