Polisi Razia Konvoi Pelajar

176
Petugas mengamankan sejumlah pelajar yang melakukan konvoi merayakan kelulusan. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID —  Bagi pelajar, lulus sekolah dirayakan dengan cara konvoi mungkin menyenangkan. Bagi masyarakat, konvoi dengan disertai bleyer-bleyer kenalpot dan memenuhi jalan dirasa sangat mengganggu.

Sebagian dari pelajar itu terjaring razia yang digelar Sat Lantas Polres Kulonprogo, Kamis (03/05/2018).

Kasat Lantas Polres AKP Maryanto mengatakan pihaknya memang menggelar razia di siang hari untuk memantau aksi konvoi yang kerap dilakukan para pelajar setelah pengumuman kelulusan.

“Kami razia di delapan titik diimbangi oleh masing-masing kepolisian sektor. Dari delapan titik tersebut, penindakan hanya dilakukan di Wates ini,” kata dia.

Dia menyayangkan masih banyak pelajar melakukan tindakan tidak terpuji, mengabaikan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.

Baca Juga :  Tumpengan Tandai Pembangunan Zona Cakar GL Zoo

Terdapat 60 kendaraan yang digunakan oleh para pelajar dari beberapa sekolah. Polisi kemudian menilang 16 pelajar dan mengamankan enam unit sepeda motor.

“Konvoi seperti ini memang sudah meresahkan. Di wilayah Bojong Kecamatan Panjatan ada rombongan pelajar konvoi mengakibatkan salah seorang warga jatuh. Beruntung warga tersebut hanya mengalami luka ringan,” sambung Maryanto.

Pihaknya memang memberikan tindakan tegas kepada para pengendara apabila melanggar. “Para pelajar ini merupakan generasi muda yang memiliki cita-cita tinggi. Mereka juga harus bisa menjaga ketertiban masyarakat,” kata Maryanto.

Agaknya, pelajar yang melakukan konvoi ini sadar ulah mereka tidak disukai masyarakat dan dilarang polisi.

Eko (17) warga Giripeni, ketika konvoi melewati Jalan Pahlawan spontan memilih lari meninggalkan motornya karena ada razia.

Baca Juga :  Tempat Ibadah Jangan Jadi Ajang Kampanye

Namun dia kemudian sadar motor yang dinggalkan di tepi jalan raya itu masih baru. Sejumlah petugas Satlantas tertawa geli melihat ulahnya.

“Saya sampai sini sudah ada polisi razia, saya memilih lari karena takut dan deg-degan. Tapi di jalan saya ingat motor itu baru saja dibeli, jadi saya balik ke sini,” ungkapnya. (sol)