Polisi Tembak Anggota Geng Motor

Coba Rampas Motor Warga dan Melawan Petugas

1752
Petugas medis merawat pelaku yang terpaksa ditembak karena melawan polisi saat hendak ditangkap. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Kawanan geng motor dari Sleman, Jumat (08/06/2018) dini hari mencoba melakukan pembegalan di Kulonprogo. Dua orang ditangkap dan salah seorang di antaranya terpaksa ditembak oleh petugas yang melakukan pengejaran.

Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution menjelaskan, tertangkapnya kawanan remaja yang melakukan percobaan pencurian dengan kekerasan ini berawal dari adanya laporan masyarakat kepada petugas Posko Lebaran di terminal bus Wates pukul 01:00.

Ada sekelompok geng motor yang melakukan pembegalan di Sentolo dan Pengasih. “Petugas kemudian melakukan pengejaran sejak dari Panjatan Galur dan kemudian tertangkap di Srandakan Bantul,” tutur Kapolres.

Kelompok remaja ini melakukan perjalanan aksinya sejak dari Sentolo Pengasih Alun-alun Wates lewat Teteg barat ke selatan menuju Panjatan kemudian Galur dan ke timur lewat Srandakan.

Secara rinci, aksi pertama terjadi di Jalan Jogja-Wates di Pedukuhan Gembongan Sukoreno Kecamatan Sentolo, sekitar pukul 01:00.

Sedangkan aksi kedua dilakukan di Margosari Pengasih sekitar pukul 01:30 . Di kedua tempat tersebut kelompok itu menghentikan pengendara lain dan mencoba merampas kendaraan korban.

Baca Juga :  Dari Minat Baca Tumbuh Budaya Menulis

“Ada dua korban yang sempat dikerjain remaja belasan tahun ini. Menurut saksi, kawanan ini menakut-nakuti korbannya dengan samurai. Samurai diseret di aspal jalan ketika mereka mengendarai motor. Mereka delapan orang dengan empat motor,” katanya.

Adapun korbannya Bagas Syarifudin (19), warga Sendangsari Kecamatan Pengasih yang memboncengkan Nadia Kusumaning Pramudja (18), warga Pedukuhan Manggungan Bendungan Kecamatan Wates.

Sedangkan korban kedua yakni Muhammad Imam Fauzi (21), warga Pedukuhan Kembang Margosari Kecamatan Pengasih. Beruntung seluruh korban tak terluka akibat aksi delapan orang tersebut.

Dari dua orang yang tetangkap belum ditemukan senjata tajam tersebut. “Bukti sajam masih kita cari. Dibuang atau dibawa temannya yang kabur,” terang Kapolres.

Proses kejar-kejaran berawal dari Brosot. Petugas menghentikan mereka, namun mereka tidak mau berhenti. Dilakukan tembakan petingatan beberapa kali juga tidak juga mau menyerah. Bahkan mereka melawan dengan melempar helm dan terpaksa ditembak kakinya.

Yang ditembak tersebut berinisal JD (16). Warga Mbayen Kalasan Sleman itu harus merasakan timah panas di paha kiri bagian bawah. Sedangkan pelaku lain berinisial MB (16), warga Wdomartani Ngemplak Sleman berhasil diringkus oleh petugas.

Baca Juga :  Bantuan Ternak yang Tiba-tiba Raib Disoal

“Tembakan yang dilakukan petugas merupakan penindakan terarah dan terukur. Sebelumnya petugas telah melakukan tembakan peringatan sebanyak lima kali namun dihiraukan. Akhirnya setelah tiba di wilayah Srandakan, Bantul dua orang pelaku berhasil diringkus. Sedangkan enam orang lainnya masih dalam pencarian,” sambung Anggara.

Barang bukti dari kedua pelaku berupa sepeda motor Honda Vario nopol AB 6404 LQ, dua helm warna hitam, dua sabuk yang sempat dilemparkan pelaku untuk menghalangi petugas dan pakaian pelaku.

“Pelaku atas nama JD sudah dirawat di RSUD Wates. Kemudian karena terjadi pendarahan dan harus dilakukan tindakan operasi maka kami bawa ke RS Bhayangkara Polda DIY. Untuk kasus ini masih kita dalami,” ujarnya.

Wisnu warga pengasih mengapresiasi Polres Kulonprogo yang menangkap kelompok geng motor ini. Masyarakat berharap anggota kelompok ditangkap semua dan diberikan hukuman yang membuat efek jera. Karena kalau tidak aksi serupa bisa dilakukan oleh kelompok yang lain. (sol)