Polisi Temukan Fotokopi KTP dan SIM “Pengantin Palsu”

1445
Polisi menggeledah tas yang kuat dugaan milik tersangka Nova alias Pratama di kediaman calon pengantin wanita, Wilis di Desa Sidoleren Kecamatan Gebang, Purworejo. (hery priyantono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Satuan Reserse Kriminal Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) atau Unit IV Reskrim Polres Purworejo berhasil menemukan bukti valid dugaan adanya penipuan status atau identitas wanita yang dilakukan “Si Pengantin Pria” bernama Pratama L Juianto alias Nova Aprida Aryani (27).

Penemuan itu dilakukan di kediaman rumah orang tua calon pengantin wanita, Wilis Setyowati, di Desa Sidoleren RT 04 RW 02 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo, Senin (04/09/2017) siang.

Sebuah tas wanita warna hitam berhasil ditemukan di dalam kamar pengantin. Kanit IV, Iptu Setio Raharjo, SH yang langsung memimpin pengecekan barang bukti milik Nova, langsung meminta Kepala Desa Sidoleren, Pandim, untuk membuka isi dalam tas tersebut.

Koran Bernas yang mengikuti pengecekan pada Senin (04/09/2017) sore kemarin, melihat sendiri polisi berhasil menemukan foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Nova Aprida Aryani dengan foto mirip dengan wajah asli calon pengantin yang mengaku pria, Pratama L Julianto.

“Coba cari dengan teliti siapa tahu kita temukan KTP aslinya,” pinta Iptu Setio.

Pada pengecekan tas milik Nova, ternyata ditemukan juga Surat Ijin Mengemudi (SIM) A dan SIM C atas nama Nova Aprida Aryani yang dikeluarkan oleh Satlantas Polres Tangerang, Banten. Tak hanya itu, ditemukan juga korset atau kain pengetat tubuh bagi wanita.

Barang-barang tersebut langsung dibawa ke Mapolres Purworejo untuk dijadikan barang bukti (BB).

Sementara, keterangan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gebang, Achmad Dahri mengaku curiga dengan data-data yang disodorkan oleh perangkat Desa Sidoleren.

“Si calon pengantin “pria” tadi hanya membawa Surat Keterangan Identitas dan tidak membawa KTP dan Akta Kelahiran. Saya semakin curiga, kok dia tidak memiliki KTP apalagi untuk urusan permohonan nikah seperti yang dia ajukan,” papar Dahri kepada Koran Bernas.

Di dalam surat keterangan itu,lanjut Dahri, tertuliskan nama Pratama l Julianto, kelahiran 25 Maret 1991, Pekerjaan Wiraswasta dan Status, Jejaka.

“Lihat fisiknya pun saya semakin curiga, lalu saya menghubungi polisi dan pihak puskesmas untuk melakukan pengecekan ke KUA,” sergahnya.

Kejanggalan yang lain, seperti diutarakan Dahri, bahwa Pratama alias Nova menghendaki agar menikah besok paginya atau Selasa tanggal 5 September 2017.

“Pemohon tidak bisa mendesak agar proses pernikahan dilaksanakan dengan secepat ini. Sebab, ada aturannya, yakni, sebulan sebelumnya kedua calon pengantin harus melakukan cek kesehatan dan imunisasi terlebih dahulu,” katanya.

Kini Pratama alias Nova, menjalani pemeriksaan oleh Penyidik Reskrim Unit IV Polres Purworejo.

Oleh polisi, dia ditetapkan sebagai tersangka. Dia disangkakan melanggar Pasal 163 ayat 2 KUHP dengan sangkaan telah mempergunakan surat palsu atau yang dipalsukan untuk permohonan menikah. “Dia terancam kurungan penjara maksimal selama enam tahun,” ucap Iptu Setio. (Hery Priyantono/SM)