Polres Bekuk Sindikat Penipu Rental, Sebagian Anggota Diduga Masih Berkeliaran

179
Aparat Polres Bantul menangkap sindikat pemalsu KTP untuk keperluan rental mobil. Para pelaku dihadirkan saat pers rilis,Rabu (21/03/2018). (Sari Wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Pemilik rental kendaraan di wilayah DIY harus lebih meningkatkan kewaspadaan. Hal ini menyusul tertangkapnya anggota sindikat penipu rental oleh jajaran Sat Reskrim Polres Bantul. Adapun modus penipu dengan cara memalsukan KTP sebagai jaminan peminjaman kendaraan.

Demikian dikatakan Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Anggaito Hadi Prabowo SIK didampingi oleh Kanit IV Ipda M Andri Setiawan SH dan Kasubag Humas AKP Sulistiyaningsih saat pers rilis di Mapolres Bantul,Rabu (21/03/2018).

“Kami menangkap dua orang tersangka berinisial DS usia 21 tahun, asal Karanganyar Jawa Tengah dan M usia 44 warga Klaten yang menjadi bagian dari sindikat tersebut,”kata Anggaito.

Keduanya ditangkap di wilayah Karanganyar.Turut diamankan Barang Bukti (BB) beberapa keping  E KTP palsu yang merupakan modifikasi dari KTP versi lama yang sudah kadaluarsa. Juga satu unit CPU dan sebuah mobil Daihatsu Xenia Putih dengan Nopol AB 1584 RK milik Nandar Rental, Dusun Randubelang,Desa Bangunharjo,Kecamatan Sewon Bantul.

“Anggota kami terus melakukan pendalaman karena kami yakin anggota sindikat ini masih berkeliaran di DIY dan terorganisir.Untuk itu saya berpesan kepada pemilik rental agar memiliki scanner guna mendeteksi keaslian identitas seperti E KTP,” kata Anggaito.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 263 KUHP soal pemalsuan dokumen dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun.

Sementara Ipda Andri mengatakan, kedua orang tersebut melancarkan aksinya dua kali  yakni di Rental Sugito dan Rental Nandar.

Di Rental Sugito, peminjaman tanggal 7 Maret dan Rental Nandar peminjaman tanggal 9 Maret. Saat di Nandar, pegawai setempat melakukan scanner dan ternyata NIK maupun data E KTP  di tolak karena tidak masuk sistem E KTP.

Untuk itu segera pemilik rental melaporkan hal tersebut ke kepolisian yang ditindaklanjuti dengan penangkapan tanggal 10 Maret di wilayah Karanganyar.

“Mereka beroperasi di wilayah DIY, sekitar seminggu terakhir,”katanya.

Sedangkan DS mengatakan mobil tersebut tidak untuk dijual namun akan dipakai sendiri. (SM)