Polres Kebumen Tangkap Mucikari dan PSK

582
Tiga mucikari (baju oranye) menjalani pemeriksaan di Mapolres Kebumen. (istimewa)

KORANBERAS.ID — Tiga rumah bordil atau tempat prostitusi di sekitar bekas pasar hewan Kebumen, sekarang pasar unggas, tepatnya di Kelurahan Tamanwinangun Kecamatan  Kebumen, Sabtu (28/10/2017) malam, dirazia Polres Kebumen.

Pada razia yang dipimpin Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti itu, berhasil diamankan tiga orang  mucikari dan 12 orang PSK (Pekerja Seks Komersial).

Titi Hastuti didampingi sejumlah pejabat utama Polres Kebumen, anggota Satuan  Reserse dan Kriminal Polres Kebumen,  Satuan Intelkam Polres Kebumen, serta Satuan Sabhara, merazia rumah bordil itu, setelah menerima laporan dari masyarahat di sekitarnya.

“Ada laporan masyarakat di sekitarnya, mereka resah dengan kegiatan  di rumah itu,” kata Titi Hastuti, Senin (30/10/2017).

Mucikari yang berhasil ditangkap saat operasi yang berlangsung sekitar 90 menit itu masing-masing  SM (56), SL (37) dan SR (46). Mereka itulah penghuni rumah bordil.

Sedangkan 12 orang PSK yang diamankan, sebagian  bukan warga  Kebumen. Proses hukum  terhadap mucikari hingga ke pengadilan, dan,  penyidik akan  menerapkan  sangkaan Pasal 296 KUH Pidana  dengan ancaman hukuman  paling lama 1 tahun 4 bulan.

Terhadap 12 PSK, Titi Hastuti berharap, pemerintah kabupaten tempat mereka berasal menfasilitasi sehingga bisa mendapatkan pekerjaan yang tidak  melanggar hukum.

“Perlu ada pembinaan, agar mereka sadar tidak mengulang lagi pekerjaan yang meresahkan dan  merusak moral masyarakat,” ujarnya.

Seyogianya, pasar unggas  di sekitar rumah bordil agar difungsikan  sebagaimana mestinya.  Tempat itu jangan digunakan  untuk kegiatan yang melanggar hukum, dijadikan tempat pelacuran.

Sebagian besar perempuan PSK, mengaku menjalani pekerjaan itu karena alasan ekonomi. SC (29),  janda asal Banyumas ini mengakui sudah setahun menjadi PSK di tempat itu.

Pekerjaan terlarang itu dijalani  setelah ditelantarkan  suaminya saat hamil  tanpa  diberi nafkah. (sol)