Potensi Wisata Glagah dan Karangwuni Besar, Asal…

564
Potensi wisata di kawasan Glagah dan Karangwuni Kulonprogo. (sri widodo/koranbernas.id)

 

KORANBERNAS.ID—Dengan dibangunnya bandara dan pelabuhan, maka potensi wisata di Pantai Glagah dan Karangwuni kedepan akan semakin besar. Namun potensi itu baru akan muncul dan maksimal, asalkan masyarakat ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Harus menjadi destinasi yang besar setelah nanti bandara dan pelabuhan jadi. Tapi ada syaratnya. Syaratnya adalah, warga terus meningkatkan keoedulian terhadap dunia wisata. Salah satu caranya adalah aktif ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” kata Hasto Wardoyo.

Hal tersebut dikatakannya di sela-sela acara Bersih Pantai serta Kampanye “festival among tani dagang layar” dari Provinsi DIY, Sabtu dan Minggu (16-17/09/2017) di kompleks Dermaga Pelabuhan Tanjung Adikarta

Pantai Glagah dan pantai di seputar Pelabuhan Tanjung Adikarta Karawangwuni, Wates,  harus dapat bersinergi menjadi Destinasi Wisata baru yang diharapkan dapat menarik wisatawan.

“Kebersihan adalah kata kunci dari sebuah tempat wisata. Karena banyak turis yang suka kebersihan. Oleh karena itu Gerakan Bersih Pantai ataupun di objek wisata lainnya harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan masyarakat secara luas,”ujar Hasto.

Baca Juga :  Semua Pihak di Bantul Sepakat Pemilu Damai

Sebuah obyek wisata yang tidak bersih tidak akan memnbuat kerasan wisatawan.

“Kegiatan ini harus bertujuan untuk memberikan pemahaman dan penyadaran tentang bahaya pencemaran laut. Kemudian mendorong masyarakat untuk berperan serta dalam pengendalian pencemaran. Pemilahan sampah organik dan sampah non organik guna mendapatkan nilai ekonomi dan pemanfaatannya. Tidak kalah pentingnya adalah mensinergikan seluruh kegiatan dari berbagai industri terkait dalam upaya pengendalian, dan mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan laut biru dan pantai bersih lestari,”katanya

Dalam acara ini disamping dilakukan gerakan gotong royong membersihkan pantai juga ada beberapa kegiatan wisata. Antara lain berupa lomba perahu hias yang diikuti 50 buah perahu. Sepeda Bahari, Gemar Makan Ikan, Pameran Produk Perikanan (25 stand), Kuliner Ekspose Batik dan Kerajinan Lokal, Eksebisi Kapal Angkatan Laut dan SAR, Gelar Macapat dan Pemutaran Film Kebudayaan, Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk, serta penampilan Seni Tradisi.

Baca Juga :  Seharusnya, Status Sosial Tak Diukur dari Materi

Kegiatan itu sendiri diinisiasi Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Dilaksanakan meriah dengan dihadiri Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi DIY, Sigit Sapto Raharjo.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari acara Festival Among Tani Dagang Layar tahun 2017, yang dimotori oleh Dinas Kelautan dan Perikanan DIY.

Sigit Sapto Raharjo membacakan sambutan tertulis Gubernur DIY menyatakan, Festival Among Tani Dagang Layar 2017 ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kebaharian yang mengacu pada strategi budaya, membalik paradigma “among tani”, menjadi “dagang layar” dari pembangunan berbasis terestrial kemaritiman.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menggali potensi sumber daya kelautan dan ikut mendorong pembangunan sumber daya ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan. Karena sumber daya perikanan laut ini merupakan salah satu potensi unggulan sumber daya lokal yang dijadikan motor penggerak perekonomian guna mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. (Surya Mega)