PPDB SMK 1, Ditengarai Orangtua Mengurus SKTM untuk Mengatrol Nilai Anak

179
ilustrasi. (V Noviandi)

 

KORANBERNAS.ID–Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMK di Kabupaten Klaten telah berakhir, Jumat (06/072018). Namun di SMK 1 Klaten, PPDB tahun ajaran 2018/2019 tersebut mengundang tanda tanya karena dicurigai sarat “permainan”.

Dugaan permainan itu terlihat saat ada calon siswa yang memiliki NEM tinggi dan berprestasi justru kalah dengan calon siswa yang memiliki nilai rendah tapi memiliki KIP atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)

Bahkan yang lebih memprihatinkan, ada pendaftar yang namanya sudah hilang dari calon siswa yang diterima tapi tiba-tiba muncul kembali. Inilah yang mengundang reaksi dari calon siswa lain.

“Pada hari kedua pendaftaran tepatnya Selasa (03/07/2018), ada pendaftar dengan nomor urut 66 dari 72 pendaftar yang diterima. Namun hari Rabu (04/07/2018) namanya sudah hilang dari daftar 72 siswa yang diterima. Namun Kamis (05/07/2018) nama siswa tersebut tiba-tiba muncul lagi di urutan 28. Ini jelas ada yang tidak beres,” kata orang tua murid.

Baca Juga :  Sejumlah Motor Mogok Akibat Banjir di Klaten Utara

Informasi yang dihimpun menyebutkan, orang tua siswa itu mengurus SKTM agar bisa mengatrol nilai sang anak. Padahal orang tua siswa tersebut seorang PNS Golongan III di salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Yogyakarta.

“Kok bisa PNS Golongan III dapat SKTM. Sang anak mendaftar di jurusan produksi dan siaran televise,” jelas sejumlah orang tua calon siswa

Kepala SMK 1 Klaten Budi Sasangka ketika dikonfirmasi mengaku belum tahu permasalahan itu. (SM)