PPK Panggil Belasan Kepala SD Terkait Indikasi penyimpangan

263
SD Jonggrangan 1 Klaten Utara yang tengah direhab bagian atapnya melalui program DAK Pendidikan 2017. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORAN BERNAS, ID–Sejumlah Kepala Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Klaten dipanggil oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan 2017. Pemanggilan tersebut terkait adanya indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Beberapa Kepala SD yang telah dipanggil, ada yang memenuhi undangan dan ada yang tidak. Bagi kepala sekolah yang telah diundang namun tidak datang akan dikirimkan panggilan kedua.

“Tahap pertama sudah delapan yang dipanggil dan datang semua. Sedangkan tahap dua dipanggil enam kepala sekolah, namun hanya tiga orang yang datang. Yang tidak datang akan dipanggil lagi,” kata Joko Harjono, PPK DAK Pendidikan SD Kabupaten Klaten.

Enam kepala SD yang dipanggil tahap dua yakni Kepala SD Semangkak 2, Kepala SD Sawit 2, Kepala SD Mlese 2 Gantiwarno, Kepala SD Karanglo 1 Klaten Selatan, Kepala SD Gondangsari 2 Serenan Juwiring dam Kepala SD Karang Pakel 3 Trucuk. Namun hanya 3 kepala SD yang datang yakni Kepala SD Karang Pakel 3, Kepala SD Gondangsari 2 Serenan Juwiring dan Kepala SD Semangkak 2.

Baca Juga :  Di Pasar Hewan Prambanan, Harga Sapi Kurban Merangkak Naik

Joko mengakui kepala sekolah yang dipanggil itu adalah yang terindikasi adanya penyimpangan. Sebagai contoh pekerjaan itu seharusnya swakelola pihak sekolah tapi diserahkan kepada pemborong, pembuatan SPJ seharusnya pihak sekolah tapi dikerjakan pihak lain dan spesifikasi teknik pekerjaan yang tidak sesuai.

Di SD Karanglo 1, ujar dia, memang dilakukan pembongkaran atap karena rangka tidak sesuai gambar. Karenanya begitu genting mau dipasang terpaksa dibongkar lagi.

Selain mengundang kepala SD tersebut, PPK juga akan memberikan teguran kepada yang bersangkutan untuk tidak mengulangi kesalahan.

Program DAK Pendidikan SD tahun 2017 di Kabupaten Klaten menyasar di 45 sekolah dengan kegiatan rehab ruang kelas, ruang guru, perpustakaan yang kondisinya rusak. Diharapkan dengan direhabnya sekolah tersebut akan memberikan rasa nyaman dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. (SM)

Baca Juga :  Memprihatinkan, Bekas Kantor Tubup Jadi Gudang Sampah