PPP DIY Tak Ingin Kampanye Hura-hura

119
Ketua DPW PPP DIY Amin Zakaria. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Memasuki masa kampanye Pemilu 2019, para pendukung Partai Persatuan Indonesia (PPP) DIY tidak menginginkan kampanye model konvoi kendaraan bermotor yang sifatnya hura-hura.

Selain merusak lingkungan hidup mengakibatkan polusi udara, permainan suara knalpot sepeda motor hingga menimbulkan suara bising, reng-reng, juga dinilai merusak kesehatan.

Hal itu disampaikan Ketua DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) PPP DIY, Amin Zakaria, Minggu (23/09/2018) di Joglo Resto Jalan Kaliurang Yogyakarta.

“Mohon doanya supaya kami bisa mengurangi reng-reng,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut dia, konvoi motor juga dinilai boros. Misalnya satu sepeda motor menghabiskan 5 liter bensin, dikalikan 20 ribu motor sudah berapa jumlah bensin terbuang begitu saja.

“Belum lagi kalau ada yang mengalami kecelakaan. Reng-reng memang sulit dicegah. Kesadaran itu sudah ada. Dalam setiap pertemuan dengan laskar-laskar kami selalu mengingatkan,” tambahnya.

Baca Juga :  Dua Wisatawan Terseret Ombak Pantai Baron

Para caleg yang diusung oleh partai berlambang Kabah ini juga sudah diberikan pemahaman sedapat mungkin menghindari kampanye hura-hura.

Pada pemilu kali ini PP DIY mengusung 17 caleg untuk DPRD DIY. Sedangkan untuk DPRD Sleman 27 orang, Bantul dan Gunungkidul masing-masing 23 orang Kota Yogyakarta 15 orang, Kulonprogo 21 orang dan DPR RI 8 orang.

Untuk caleg DPR RI tercatat ada nama Iip Wijayanto sebagai nomor urut satu. “Kita harapkan mampu mendongkrak suara PPP,” kata Amin Zakaria.

Sebenarnya  PPP DIY memiliki potensi sumber daya manusia (SDM) yang luar biasa. Dalam kondisi konflik yang melelahkan pun partai tersebut tetap eksis dan kuat karena adanya militansi dari para kader serta pendukungnya.

Amin Zakaria bersyukur konflik di tubuh PPP DIY sudah selesai sampai level bawah. Ke depan dia ingin membawa parpol ini memiliki kepengurusan yang modern.

Baca Juga :  Sleman Miliki Rumah Kreatif Bapas

“Konflik itu bagian dari dinamika. Kita berusaha jangan sampai ledek-ledekan. Jangan meledek dan tidak perlu membalas ledekan. Itu bagian dari dinamika ungkapan seseorang. Donald Trump saja dimaki-maki tidak marah,” katanya.

Baginya, perbedaan harus disikapi positif, senang hati dan riang gembira karena sejatinya perbedaan itu, termasuk perbedaan politik, sejatinya indah.

Dia menegaskan, perpecahan dan konflik hanya akan membuat kerusakan dan membawa kerugian yang lebih besar.

Terbukti konflik yang terjadi di negara-negara Timur Tengah maupun Asia Selatan membuat  rakyatnya menderita dan hanya menguntungkan negara-negara besar.

Menjawab pertanyaan soal hoaks yang kemungkinan akan mewarnai kampanye, Amin Zakaria mengatakan perlunya bersikap bijak dan arif.

“Filsuf Galileo dihukum karena hoaks, karena dia mengatakan bumi itu bulat,” ujarnya. (sol)