Praktik Penambangan Liar Makin Marak

366
Inilah tiga alat berat yang diamankan Polda Jateng di Kantor BP3T ESDM Serayu Selatan Purworejo. (hery priyantono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Praktik ilegal penambangan material batu, pasir dan tanah, tampaknya masih marak di wilayah Purworejo, Wonosobo, Kebumen dan Banyumas. Buktinya, belum lama ini pihak Balai Pengkajian Pengawasan dan Pengendalian Terpadu Energi Sumber Daya Mineral (BP3T ESDM) dan Polda Jateng berhasil mengamankan tiga alat berat di dua lokasi penambangan ilegal.

Tiga alat berat yang biasa digunakan untuk keperluan penambangan ini diamankan di Halaman Kantor Balai Pengkajian Pengawasan dan Pengendalian Terpadu Energi Sumber Daya Mineral (BP3T ESDM) Wilayah Serayu Selatan Purworejo, sejak sepekan terakhir. Tiga alat berat tersebut ternyata hasil sitaan praktik penambangan liar di wilayah Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banyumas.

Kepala BP3T ESDM Serayu Selatan Purworejo, Panut Priyanto menjelaskan bahwa ketiga alat berat itu merupakan barang bukti (BB) Polda Jateng dalam operasi praktik penambangan liar di dua kabupaten. “Itu wewenang Polda bersama Seksi Pengawasan dan Pengendalian Balai kami, kebetulan dititipkan di halaman kantor kami,” jelas Panut kepada koranbernas.id, Rabu (20/09/2017).

Diungkapkan tiga alat berat itu terdiri dari 1 unit alat berat hasil operasi penambangan liar di Kawasan Lereng Sindoro, Wonosobo. ” Dua unit lagi hasil operasi di wilayah Banyumas pada 15 Agustus lalu. Dan itu wilayah kantor balai baru, yakni BP3T ESDM Slamet Selatan,” ucap Panut.

Karena BP3T ESDM Slamet Selatan baru dibukan per Januari 2017 ini, mereka belum memiliki lokasi luas untuk menyimpan BB. Pihaknya gencar melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap praktik-praktik penambangan liar di wilayahnya. Adapaun wilayah yang dinaungi oleh BP3T ESDM Serayu Selatan, yakni Kabupaten Purworejo, Kebumen, Wonosobo dan Kota Magelang.

Terpisah, Kepala BP3T Slamet Selatan, Edi Sucipto menambahkan bahwa dua alat berat tersebut hasil razia praktik penambangan liar material sungai di Kabupaten Banyumas. “Itu disita dari razia Polda Jateng pada praktik penambangan liar di sungai Banyumas,” terang Edi Sucipto kepada KoranBernas, Sabtu (23/09/2017) siang. (yve)