Pramono Anung Malu Lihat Bandara Jogja

4281
Pramono Anung menyampaikan gagasannya pada acara Leadership Talk di MM FEB UGM. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Menteri Sekretaris Kabinet Indonesia, Pramono Anung, mengaku dirinya malu melihat bandara Adisutjipto Yogyakarta, yang kondisinya kalah bagus dibanding bandara perintis di luar Jawa.

“Dulu bandara bagus berada di Jawa. Jogja jangan dibilang bagus. Malu saya sebagai alumni UGM. Sekarang bandara perintis di luar Jawa lebih bagus dari Jogja,” ungkapnya, Sabtu (30/06/2018), di Auditorium Sukadji Ranuwiharjo MM FEB UGM.

Tatkala menjadi pembicara Leadership Talk dalam rangka Lustrum ke-6 (Dies Natalis ke-30) Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (MM FEB) UGM, dia berharap bandara baru di Kulonprogo segera terealisasi. “Mudah-mudahan bandara di Kulonprogo segera jadi,” ujarnya.

Menurut Pramono Anung, kondisi bandara di luar Jawa lebih bagus karena faktor pembangunan yang tidak lagi Jawa sentris tetapi Indonesia sentris.

Baca Juga :  Pancasila Selalu Hidup di Hati Rakyat

Karena itu, dia meminta alumni MM FEB  UGM untuk ikut berperan membangun  bangsa. “Tadi saya bisik-bisik sama Pak Budi Karya (Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi), kelebihan MM UGM itu pada networking tetapi belum digarap,” kata dia.

Menanggapi hal itu, Menhub Budi Karya Sumadi yakin lulusan MM UGM memiliki kompetensi dan mampu bekerja untuk bangsa. “Ditambah dengan kekompakan akan jadi luar biasa,” kata dia.

Dia gambarkan, bila ada satu orang memiliki kompetensi namun tidak terkoneksi maka sama saja tidak ada nilainya. Inilah pentingnya membangun silaturahim dan kekompakan.

Dekan FEB UGM Dr Eko Suwardi MSc mengatakan, sudah banyak alumni MM UGM berkiprah untuk bangsa. Setelah 30 tahun, inilah saatnya membentuk koneksi dengan 11.000 alumni. (sol)

Baca Juga :  Target DIY Miliki 100 Sekolah Siaga Bencana