Presiden Tak Ingin NYIA Molor

Perintahkan Bupati Kulonprogo Segera Selesaikan Persoalan

126

KORANBERNAS.ID – Presiden RI Joko Widodo memerintahkan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo segera menyelesaikan persoalan yang ada terkait pembangunan  New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Kepada wartawan Kamis (05/07/2018), Hasto Wardoyo mengatakan dirinya baru saja bertemu Jokowi  di Istana Kepresidenan Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut Hasto menuturkan berbagai hal mengenai perkembangan proyek NYIA di Temon. Termasuk masih adanya sikap penolakan dari sekitar 30 kepala keluarga (KK) warga terdampak pembangunan yang hingga saat ini masih bertahan tinggal di area lahan pembangunan.

Menurut Hasto, Presiden Jokowi memberikan beberapa arahan dan mendorong Pemkab Kulonprogo segera menyelesaikannya demi mewujudkan percepatan realisasi pembangunan bandara.

“Pak Jokowi mengharapkan sisa yang 30 orang segera bisa diatasi dengan cepat dan sebaik-baiknya. Itu arahan beliau kepada saya,” ujar Hasto.

Dia juga menjelaskan, NYIA  termasuk proyek strategis nasional di bawah Kabinet Kerja. Awal 2017, Jokowi memulai proses awal pembangunan bandara internasional tersebut.

Baca Juga :  Medsos Hanya untuk Sebar Hoaks

Jokowi menargetkan NYIA bisa beroperasi 2019 dan proses pembangunannya diharapkannya tidak maju mundur alias molor.

Keberadaan NYIA diyakini bakal menjadi pintu gerbang Yogyakarta untuk semakin meningkatkan kunjungan wisatawan dan memajukan perekonomian masyarakat.

Jokowi ingin persoalan seputar lahan itu bisa diselesaikan dengan baik dan cepat. Dalam hal ini pemerintah pusat mempercayakan penanganannya kepada pemerintah daerah dengan tetap dalam koridor aturan dan hukum yang berlaku.

Hasto menegaskan Pemda dan pihak pemrakarsa pembangunan dari PT Angkasa Pura I serta pihak keamanan bersepakat tidak menggunakan jalan kekerasan dalam penyelesaian masalah tersebut.

Langkah persuasif akan dikedepankan sebagai bagian dari menyempurnakan ikhtiar termasuk proses pengosongan rumah yang masih ditinggali warga itu nantinya.

Dia juga berjanji akan mendatangkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) untuk mendampingi saat proses tersebut dilakukan.

Baca Juga :  Bulan Suro, Warga Terdampak NYIA Enggan Relokasi

“Mereka (warga) mau naik pohon ya kita tunggu di bawahnya. Lama-lama kan turun sendiri. Kalau bawa pisau atau parang, ya kita bujuk. Kita perhatikan manusianya sampai juga hewan ternaknya, kita pastikan semua sesuai haknya,” kata Hasto.

Hanya saja hingga saat ini belum ada kepastian kapan pengosongan lahan dan eksekusi pemindahan warga itu bisa dilakukan. Belum ada lagi rapat koordinasi dengan pihak pemrakarsa.

Project Manager Pembangunan NYIA PT AP I, Sujiastono,  mengatakan pada prinsipnya semakin cepat masalah terselesaikan bakal lebih baik bagi progres perkembangan proyek pembangunan bandara tersebut.

“Tidak ada program pemerintah yang menyengsarakan rakyat melainkan membuat kehidupan lebih baik,” kata dia.

Saat ini, pihaknya bersama rekanan dari PT Pembangunan Perumahan (PP) juga mengejar kembali percepatan pekerjaan setelah sebelumnya sempat berjalan melambat memasuki bulan puasa dan masa Lebaran. (sol)