Prioritaskan Anggaran untuk Kurangi Kemiskinan

100

KORANBERNAS.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen tahun 2019 memprioritaskan anggaran untuk mengurangi angka kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan anggaran paling sedikit 26 persen dari rencana belanja tahun itu.

Pada tahun itu pula diasumsikan jumlah pendapatan Rp  2,830 triliun, dengan asumsi belanja mencapai Rp 2,996 triliun.

Hal itu diungkapkan Sekretaris  Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kebumen, Joni Hernawan, kepada wartawan, Jumat (23/03/2018).

Asumsi jumlah pendapatan dan belanja tahun 2019, dibahas dalam Musyawarah  Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Musrenbangda-RKPD) tahun 2019, Selasa (27/03/2108) dan Rabu (28/03/2018).

Joni Hernawan didampingi Kepala Bagian Humas  Pemkab  Kebumen, Sukamto, mengatakan, pada tahun 2019, ada 5 prioritas  pembangunan, yakni daya saing  ekonomi, pengurangan angka kemiskinan, kesenjangan wilayah, kualitas  dan daya saing sumber daya manusia, serta tata  kelola pemerintahan.

Baca Juga :  Harga Daging Merangkak Naik

Daya saing ekonomi, direncanakan ada penguatan ekonomi kerakyatan berbasis komoditas dan kawasan unggulan, yang didukung pertanian dan pariwisata dengan rencana anggaran Rp 117,658 miliar.

Pengurangan angka kemiskinan dan  pengangguran berbasis pembangunan perdesaan, dengan 48 program dan 93 kegiatan.

Rencana total anggaran Rp 70,853 miliar. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan layanan sosial   dasar masyarakat,  dengan 115 program dan  319  kegiatan.

Rencana total anggaran Rp 600,980 miliar. “Anggaran ini pembangunan bidang  kesehatan dan pendidikan,“ kata Joni Hernawan.

Beberapa tahun terakhir, program  pengurangan  angka kemiskinan berupa penguatan  ekonomi kerakyatan maupun bantuan  sosial dalam bentuk program  untuk mengurangi biaya  hidup masyarakat miskin, seperti  angkutan  umum gratis. Sedangkan pada 2019, program semacam ini masih dipertahankan namun jumlahnya berkurang. (sol)