Produk PT Harus Miliki Standar Internasional

162

KORANBERNAS.ID — Perguruan Tinggi (PT) di bidang kesehatan dituntut untuk mampu menghasilkan produk lulusan yang memiliki standar akademik di tingkat internasional. Sehingga mereka dapat bersaing dengan tenaga kerja dari luar di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ini.

“Karena hakikatnya masyarakat itu berkembanng dinamis sesuai dengan tantangan zaman yang dihadapinya. Tentunya masyarakat akademis pun demikian juga karena tantangan era globalisasi bagi masyarakat akademis tidak mungkin dihindari,” ungkap Direktur Akademi Fisioterapi “YAB” Jogjakarta, Siti Alimah SST FT MM dalam wisuda 20 lulusan Diploma 3(D3) di Grand Mercure Hotel, Sabtu (04/11/2017).

Menurut Siti, kebutuhan tenaga kesehatan pada saat ini cukup besar, tidak hanya di dalam namun juga luar negeri. Hal ini seiring makin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan mereka. Kebutuhan itu dapat dipenuhi oleh lulusan sekolah vokasi.

Baca Juga :  Semua Orang Punya Potensi Jadi Kaya

Bahkan keterserapan lulusan D3 banyak dibutuhkan di RS, klinik, dan tenaga kesehatan-kesehatan lain karena skillnya. Dicontohkan Siti, di Cina yang menjadi negara maju karena peran serta dari tenaga ahli yang dilahirkan dari sekolah vokasi.

“Lulusan sekolah vokasi, sekurang-kurangnya lulusan D3 sangat dibutuhkan banyak rumah sakit, klinik karena skill-nya,” tandasnya.

Sementara Ketua Yayasan Yogyakarta Angga Binangun, Dr Triyani Marwati MKes mengungkapkan, peningkatan kualitas pengajaran di PT bidang kesehatan ditentukan adanya kerjasama dengan institusi lain seperi rumah sakit, klinik kesehatan dan lainnya. Mahasiswa bisa belajar beragam persoalan kesehatan sembari mempratikkan ilmu yang dimiliki.

“Dengan peran serta perguruan tinggi maka peningkatan kualtas pelayanan kesehatan di masyarkat bisa berkembang, termasuk di di desa atau sekolah terpencil,” imbuhnya.(yve)

Baca Juga :  KB-TK Budya Wacana Didik Generasi Pemenang