Produknya Diminati di Eropa, Perajin Pisau Batik Malah Was-was

456
Perajin sedang membatik pisau di sentra Mr Diman Dusun Krengseng, Desa Bangunjiwo, Kec Kasihan, Selasa (12/09/2017).(sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Kerajinan pisau batik yang dibuat oleh warga di Dusun Krengseng, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan saat ini mampu menembus pasar luar negeri. Menurut salah satu tokoh perajin pisau batik Sudiman (45) setidaknya produk mereka telah merambah pasaran Perancis dan Malaysia.

“Permintaan dari luar negeri sangat banyak, namun kami kewalahan untuk bisa memenuhinya,”kata Sudiman dalam acara “Dinamika Desa” gelaran Kantor Kominfo Bantul, Selasa (12/09/2017).

Misalnya permintaan dari Malaysia sebanyak 250 kodi atau 5.000 item pisau batik, mereka baru bisa memenuhi 15 kodi atau 3.000 item. Untuk permintaan dari negara Perancis dari 60 boks (masing-masing boks berisi 4 item pisau), mereka baru bisa memenuhi separuhnya.

Baca Juga :  Vertical Run Bisa Jadi Ikon Baru Yogyakarta

“Kami belum bisa memenuni permintaan yang begitu tinggi dari konsumen luar negeri. Tenaga kerja kami terbatas,”kata pria yang menekuni usaha sejak 2009 tersebut.

Sementara untuk menambah tenaga kerja bukan perkara mudah. Sebab mereka yang bekerja sebagai pembatik pisau, harus memiliki skill sebagai pembatik dan harus telaten karena prosesnya rumit dan butuh ketekunan.

Jika pemenuhan tenaga kerja ada ganjalan, tidak demikian halnya dengan bahan baku. Menurut Sudiman untuk  bahan baku kayu berasal dari lokal Bantul. Sementara untuk logam pembuat mata pisau berasal dari Jepang.

“Untuk bahan baku ini kita tidak ada kesulitan.  Produk yang sudah jadi tadi selain kami jual ke luar negeri juga untuk memenuhi pesanan lokal. Terbanyak dari Jakarta dan kota-kota besar lainnya,”katanya.

Baca Juga :  Sejumlah 1,5 Ton Apem Siap Disebar

Untuk harga jualnya bervariasi tergantung dari ukuran pisau dan kerumitan desain batiknya. Pisau batik Mr Diman misalnya dibandrol mulai Rp 35.000 hingga Rp 150.000. Selain difungsikan sebagai alat untuk pemotong, tidak jarang orang membeli pisau ini untuk oleh-oleh atau souvenir. Karena memang pisau tersebut dalam pengemasan juga unik yakni di dalam kerangka kayu yang juga diukir. Sehingga kemasannya sangat menarik. (Sari Wijaya/SM)