Prof Sa’adun Akui Masih Ada Guru Kurang Disiplin

176
Prof Sa’adun Akbar berbicara sebagai narasumber Seminar Pendidikan di Aula PGRI Purbalingga, Senin  (20/11/2017). (prasetiyo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Guru yang baik adalah guru yang memiliki disiplin dalam bertugas. Jika gurunya disiplin, dan selalu memberikan contoh keteladanan yang baik, maka upaya Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bisa terwujud. Sebaliknya, jika guru kurang disiplin, maka sulit melahirkan siswa berkarakter.

“Guru adalah kurikulum yang hidup. Pola berpikirnya, ucapannya dan sikapnya menjadi model bagi murid-muridnya. Ketika murid-murid dituntut disiplin untuk patuh pada berbagai aturan, maka guru sepatutnya berperilaku lebih disiplin dari murid-muridnya,”  ujar Prof Dr Sa’adun Akbar MPd, Guru Besar Universitas Negeri Malang pada Seminar Pendidikan di Aula PGRI Purbalingga, Senin (20/11/2017).

Seminar dalam rangka HUT ke-72 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) Tingkat Kabupaten Purbalingga kali ini diikuti 600 guru, baik jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan SMK se-Purbalingga.

Baca Juga :  Guru Madrasah Dirikan Organisasi Penulis PERGUMAPI

Dalam kesempatan itu, Sa’adun Akbar membawakan makalah berjudul Peningkatan Disiplin Guru untuk Penguatan Pendidikan Karakter.

Seminar dibuka oleh Bupati Tasdi dan dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Purbalingga, Sarjono serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Heriyanto.

Peserta Seminar Pendidikan menyimak penjelasan. (prasetiyo/koranbernas.id)

Sa’adun Akbar yang asli Pati ini mengakui, fakta di lapangan ditemui guru-guru kurang disiplin. Di antaranya, terlambat masuk kelas, kurang tertib mengerjakan administrasi sekolah, membentak siswa, mengolok-olok siswa, berlaku kasar, merokok di dalam kelas, menjahitkan karya ilmiah atau mencontek karya orang lain, dan menghina karya teman tetapi tidak berkarya.

“Selain itu, ditemui ada guru yang tidak mengembalikan pekerjaan siswa, gosip, membiarkan siswa mencontek dan sebagainya. Keadaan seperti ini sangat memprihatinkan, dan sudah saatnya guru harus berubah sebagai panutan disiplin siswa,”  ujar Sa’adun Akbar.

Baca Juga :  10 Puskesmas Belum Terakreditasi, PR Bagi Klaten

Kedisiplinan guru, lanjut dia, bisa dilihat dari perilaku guru dalam relasi dengan Tuhannya, dengan sesama manusia, dengan alam sekitarnya, dengan bangsa dan negaranya, bahkan dengan dirinya sendiri.

“Kesadaran diri menjadi penentu sikap dan perilaku disiplin yang sesungguhnya. Antara kedisiplinan guru dengan PPK bersifat saling mempengaruhi. Di satu sisi kedisiplinan guru menentukan keberhasilan PPK, dan di sisi lain, keberhasilan PPK juga akan menentukan kedisiplinan guru,” tegas Sa’adun Akbar.

Seusai sebagai pembicara, Sa’adun Akbar berkunjung ke SDN 2 Purbalingga Lor. SD favorit di Purbalingga ini ditunjuk sebagai salah satu pilot project Penguatan Pendidikan Karakter.  (sol)