Profesor Masuk Sekolah di Sleman

313
Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI menunjukkan prasasti usai melaunching Professor Soes To School di Pendopo Rumah Dinas Bupati. (bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSi, Selasa (19/9) siang,  me-launching program Professor Goes To School  di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Launching ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sri Purnomo.

Turut hadir dalam acara tersebut  Drs Suraya selaku Kabid Perencanaan dan Strategi Pendidikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Prof Dr Ir Danisworo MSc selaku pemateri bidang mitigasi bencana, Prof Ir Wiendu Nuryati MArch PhD selaku pemateri bidang peningkatan pariwisata, dan Heri Dendi sebagai moderator serta perwakilan guru SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Sleman.

Program Professor Goes to School merupakan kerjasama Disdikpora DIY, Dewan Pendidikan DIY dan Universitas Gadjah Mada. Suraya mengatakan, program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekolah di wilayah DIY yakni dengan melakukan sinergi antara sekolah dengan perguruan tinggi.

Baca Juga :  Dirut Bank Ini Tak Malu Angkat Batu Cukup Besar

Adanya professor yang masuk ke sekolah diharapkan dapat memotivasi dan memberi inspirasi para siswa untuk meningkatkan pengetahuan dan bercita-cita tinggi. Adapun tema yang diangkat di tiap wilayah Kabupaten/Kota berbeda dilihat dari kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Professor Goes to School yang diangkat untuk Kabupaten Sleman yakni  ”Mitigasi Bencana dan Pariwisata Berbasis Harmonisasi dengan Alam”.

“Tema ini sangat tepat, mengingat Sleman sebagai daerah yang memiliki potensi bencana erupsi Gunung Merapi yang tidak dapat diprediksikan kehadirannya, Pemkab Sleman menyadari pentingnya mengupayakan mitigasi bencana sejak dini,” kata Sri Purnomo.

Sejak tahun 2014 Kabupaten Sleman memiliki 36 Desa Tangguh Bencana, 48 Sekolah Siaga Bencana, 16 sister school, serta sister village.

Pariwisata Sleman memperoleh ranking satu di DIY dengan destinasi favorit yakni Candi Prambanan. Selain itu, Kabupaten Sleman juga mengembangkan wisata alam, budaya serta wisata kreatif sebagai alternatif untuk meningkatkan volume kunjungan.

Baca Juga :  Grha Suara Muhammadiyah Wujudkan Islam Berkemajuan

Adanya teknologi smartphone juga ikut menyumbang atas peningkatan kunjungan wisata.
Sedang Wiendu Nuryati mengatakan pengintegrasian teknologi dengan kegiatan pembelajaran harus ditingkatkan untuk membangun karakter.

Adanya program Professor Goes to School tersebut diharapkan dapat menyelaraskan antara program Pemerintah, Perguruan Tinggi dan pembelajaran di sekolah sehingga anak lebih memahami potensi yang ada di wilayahnya.

Dalam acara launching tersebut mengundang guru-guru dari SMP, SMA, dan SMK, selanjutnya apabila pihak sekolah ingin menyelenggarakan acara tersebut dengan lebih intensif maka dapat menghubungi Dinas Dikpora DIY, Dewan Pendidikan DIY atau Professor yang berkaitan. (ros)