Program Bedah Rumah Tidak Tuntas jika Andalkan APBD

280
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo meninjau pelaksanaan bedah rumah di Giripeni Wates. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Program bedah rumah yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo pada 2018 masih terus akan berjalan. Program tersebut dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, menyampaikan bedah rumah memupuk semangat gotong royong di masyarakat serta mengembangkan rasa peduli untuk membantu warga miskin.

“Program ini juga merupakan salah satu usaha menanggulangi kemiskinan,” ujar Hasto, Minggu (24/12/2017), ketika mengunjungi kegiatan bedah rumah di RW 19 Sidenan Giripeni Wates.

Sugiyanta dari Baznas Kulonprogo menyerahkan biaya bedah rumah. (sri widodo/koranbernas.id)

Biaya membangun rumah atau merehab rumah cukup berat bagi warga tidak mampu. Melalui  program bedah rumah  maka warga kurang mampu terkurangi beban hidupnya. Setidaknya, mereka dapat lebih fokus bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya.

Baca Juga :  Pemkab Gelar Natal Bersama PNS

Dia mengatakan, program bedah rumah sejak 2012 belum dapat menuntaskan persoalan seluruh program perumahan rakyat. Apalagi bila program ini hanya mengandalkan dana pemerintah (APBD).

“Dengan ikut sertanya PNS menghimpun dana zakat, bantuan CSR perusahaan swasta dan BUMN BUMD serta bantuan dari masyararakat maka jumlah rumah yang dibangun menjadi sangat banyak,” kata dia.

Sebagai perbandingan bedah rumah dengan dana APBD Kulonprogo baru ada 502 rumah. Sementara untuk dana non anggaran pemerintah sudah ada 1.100 unit rumah.

Bupati Hasto Wardoyo berharap gotong royong di masyarakat terus dipupuk. Tidak hanya di bidang bedah rumah, tetapi juga bidang-bidang lain yang bermanfaat dan bernilai positif.

Baca Juga :  Kampung Wisata Diharapkan Makin Kreatif
Warga bergotong royong memperbaiki rumah. (sri widodo/koranbernas.id)

Wakil Bupati Kulonprogo Sutejo menambahkan, selain bedah rumah yang rata-rata nilainya Rp 10 juta per unit,  juga segera ada program perbaikan rumah bagi keluarga miskin.

“Namanya program Aladin, untuk memperbaiki lantai atau dinding. Salah satunya. Karena dananya hanya lima juta,” tambahnya.

Adapun bedah rumah di Giripeni dengan sasaran rumah milik Kaliri (50) Warga RT 43 RW 29 Pepen Sideman. Bantuan dana berasal dari Baznas Kulonprogo Rp 10 juta.

Sugiyanta dari Baznas Kulonprogo berharap ke depan tidak hanya bedah rumah yang bisa dibantu  namun juga usaha untuk mengangkat ekonomi. (sol)