Program Perencanaan Daerah Harus Selesaikan Masalah

158
Bupati Sleman, Sri Purnomo membuka Pelatihan Perencanaan Program dan Kegiatan Pemerintah Daerah berbasis Logic Model di The Atrium Hotel and Resort, Senin (02/10/2017). (bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Program perencanaan yang dilakukan pemerintah daerah harus mampu menyelesaikan masalah yang terjadi di masyarakat. Dengan demikian pembangunan dapat berjalan dengan lebih maksimal.

“Untuk mencapai hasil pembangunan yang optimal dibutuhkan program dan kegiatan yang baik dan berkualitas yang dapat menyelesaikan beragam permasalahan dan menjawab berbagai tantangan perkembangan jaman,” ungkap Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam Pelatihan Perencanaan Program dan Kegiatan Pemerintah Daerah berbasis Logic Model di The Atrium Hotel and Resort, Senin (02/10/2017).

Menurut Bupati, untuk melahirkan program dan kegiatan yang berkualitas dibutuhkan perencanaan yang baik pula. Untuk menghasilkan perencanaan yang baik maka aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat langsung dalam proses perencanaan program dan kegiatan pemerintah daerah harus memiliki kapasitas yang mumpuni dalam perencanaan.

Baca Juga :  Wisata Kuliner Harus Berkembang Cepat, Ini Alasannya

Karenanya dengan adanya pelatihan ini akan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas perencanaan program dan kegiatan di Kabupaten Sleman. Pelatihan itu juga diharapkan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas ASN yang terlibat dalam perencanaan.

“Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta akan mampu memahami konsep dan teknik perencanaan kinerja yang tepat,” kata Sri Purnomo.

Sementara Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Dr Eko Suwardi MSc mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan bentuk kerja sama antara UGM, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)BPKP DIY dan Pemkab Sleman untuk meningkatkan kualitas proses perencanaan, penganggaran dan pengevaluasian.

Sasaran peserta kegiatan yaitu ASN Pemerintah Kabupaten Sleman, dan di prioritaskan APIP dan Staf Perencana SKPD. Sebanyak 80 peserta tersebut dibagi dalam 4 angkatan, masing-masing angkatan berjumlah 20 orang, angkatan pertama akan mengikuti pelatihan selama 3 hari berturut-turut.(yve)

Baca Juga :  Ronde yang Asli Selalu “Ngangeni”