Prosedur COVID-19 Diterapkan di Lokasi Pengungsian Banjir

83
Ridwan Kamil bersama Ketua Umum Jabar Bergerak Atalia Ridwan Kamil meninjau lokasi banjir di Bandung, sekaligus memberikan bantuan kepada warga, Rabu (1/4/20).(Humas Pemprov Jabar)

KORANBERNAS.ID, BANDUNG–Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Ketua Umum Jabar Bergerak Atalia Ridwan Kamil, meninjau lokasi banjir Dayeuhkolot dan lokasi pengungsian warga di Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (1/4/20).

Banjir kali ini melanda tiga kecamatan di Kabupaten Bandung, yakni Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang.

Untuk mengatasi banjir di kawasan ini, Kang Emil-sapaan akrab Ridwan Kamil, berharap, agar proyek Sodetan Cisangkuy bisa segera diselesaikan.

Menurutnya, Sodetan Cisangkuy bisa mempercepat surutnya banjir.

“Curug Jompong sudah dimaksimalkan. Ini hanya bisa dikurangi kalau Sodetan Cisangkuy selesai. Tapi memang masih dikerjakan, target selesai akhir tahun 2020. Mudah-mudahan bisa kita percepat,” harap Kang Emil.

Dirinya mengatakan, tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sudah merapatkan proses percepatan Sodetan Cisangkuy.

“Karena kalau Sodetan Cisangkuy itu selesai, maka air tidak banyak yang datang ke sini. Tapi karena proyek konstruksi itu butuh waktu, memang masih ada kendala, kami mohon maaf. Mudah-mudahan secepatnya selesai Sodetan Cisangkuy melengkapi Curug Jompong,” ucap Kang Emil.

“Memang proyek infrastruktur pengendali banjir belum bisa seratus persen selesai. Masih menunggu dua pekerjaan lagi, yakni Sodetan Cisangkuy dan danau baru yang ada di Kecamatan Andir yang  tahun ini juga masuk tahap konstruksi,”tambahnya.

Kang Emil menjelaskan, bahwa di tengah wabah COVID-19 saat ini, pengungsian para warga terdampak banjir juga diatur dengan prosedur tetap (protap), Mulai dari pemberian masker hingga jarak sebesar 1-2 meter bagi pengungsi. Selain itu, akan dilakukan rapid test untuk para pengungsi di zona tertentu.

“Untuk zona-zona yang perlu diwaspadai, kami sudah mengirimkan alat rapid test juga untuk men-sampling pengungsi supaya bisa kita monitor. Kalau ternyata negatif (COVID-19) semua, berarti situasi lebih aman terkendali. Tapi kalau ada yang positif, tentunya segera kita lakukan tindakan kesehatan, yang artinya warga kita tarik ke unit-unit pelayanan kesehatan,” kata Emil.

Dalam peninjauan ini, Kang Emil sekaligus menyerahkan bantuan logistik dari Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar.

Terdapat tiga titik lokasi bagi pengungsi di Kecamatan Baleendah, yakni di shelter Parunghalang sebanyak 44 Kepala Keluarga (KK) atau 144 orang jiwa, Masjid Al Huda Andir sebanyak 44 KK atau 141 jiwa, dan Gedung BPSK Kabupaten Bandung sebanyak 69 KK atau 234 jiwa. (*)