Proses Landclearing Sempat Salah Sasaran

303
Pelaksanaan landclearing di sebagian calon proyek Bandara Kulonprogo. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Proses landclearing lahan calon bandara terus berjalan. Bahkan dipercepat pekerjaannya. Hal ini karena presiden telah memerintahkan agar dalam jangka dua tahun NYIA di Kulonprogo sudah dapat digunakan mendarat pesawat.

Humas Proyek Pembangunan Bandara Kulonprogo Gani Wijaya membenarkan upaya PT Pembangunan Perumahan (PP) mempercepat landclearing tersebut. Dengan alat berat pohon-pohon ditumbangkan dan tanah dibuat rata.

Karena bekerja ngebut tersebut diakui kadang ada lahan warga yang belum selesai pembayarannya karena menolak, ikut kesenggol alat berat hingga tanaman rusak.

Sofyan salah seorang warga terdampak yang hingga kini masih menolak mengakui, Senin lalu ada warganya yang tanamannya rusak digaruk alat berat proyek. Padahal warganya yang tergabung kelompok masih menolak proyek ini dan belum melepas lahan dan rumahnya.

Baca Juga :  Lima KK di Srimartani Mengungsi Akibat Luapan Kali Gawe

“Tanaman rusak dan pohon ditumbangkan. Kami menghampiri petugas proyek dan menyatakan protes. Ternyata kemudian dia mau bertanggung jawab,”tutur Sofyan kepada awak media.

Sofyan adalah warga setempat yang menghimpun warga yang masih menolak dengan nama kelompok Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulonprogo PWPP KP.

Gani membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Iya memang terjadi, namun petugas PP kemudian membayar ganti rugi. Katanya sampai jutaan,”ujar Ghani tersenyum kecut.

Ny Sofyan menuturkan, warga PWPP.KP ada di tiga desa. Glagah, Palihan dan Sindutan. Bahkan dia mengklaim warganya ada seratusan orang.

Pimpro Pembangunan Bandara Sujiastono menjelaskan, dalam sehari, proses landclearing rata-rata menjangkau sedikitnya 10 hektar. Hingga pekan lalu, secara total sudah selesai sekitar 250 hektar.

Baca Juga :  Ruang IGD Tidak Muat Lagi

“Disamping pekerjaan landclearing, juga dilakukan pemagaran keliling. Sekarang sudah mencapai 8310 m panjangnya,” ujarnya

Sujiastono mengharapkan dukungan semua pihak. Percepatan pembangunan bandara, akan berarti percepatan warga sekitar mendapat peningkatan kesejahteraan juga. (SM)