Proyek Saluran Drainase Morat-marit

340
Proyek drainase Dinas Bina Marga Jateng, Wilayah Magelang 2 masih menyisakan gundukan galian tanah di pinggir jalan beraspal. (hery priyantono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pekerjaan proyek pembuatan saluran drainase di Dinas Bina Marga Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Tengah (Jateng) dinilai sangat jelek.

Bahkan proyek di bawah wewenang Kantor Balai Pelaksana Teknis Jalan Wilayah Magelang 2 Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, ada yang molor dari jadwal. Padahal seharusnya proyek tersebut sesuai kalender kerja selesai 16 September lalu.

Proyek Pembangunan Saluran Beton Dan DPT yang dikerjakan oleh PT Mitra Karya Paracons, Kebumen seharusnya bisa diselesaikan tepat waktu sebelum 16 September 2017.

“Kami kesulitan mendatangkan material udicth atau cetakan beton cor untuk irigasi. Kami harus membeli dari pihak ketiga,” ungkap Colis, Manajer Mitra Karya Paracons, saat dikonfirmasi koranbernas.id, Jumat (20/10/2017) pagi.

Produsen udicth sendiri juga melayani pemesanan dari banyak pihak. Colis mengakui, keterlambatan proyek yang dia kerjakan, mencapai 15 hari lebih dari kalender kerja.

Baca Juga :  PKK Wujudkan Program Kabupaten Cerdas

“Kami terlambat sepertinya lebih dari 15 hari lho. Saya tidak tahu pasti, biar Bina Marga yang menghitungnya,” kata dia.

Selama keterlambatan itu, Colis mengaku diwajibkan membayar denda sebesar satu per seribu dari total nilai proyek. Proyek itu sendiri senilai Rp 2,442 miliar.

Tak hanya itu, pekerjaan drainase juga tampak morat marit, tidak rapi dan belum sempurna. “Kemarin waktu hujan sempat ambrol, lalu kami perbaiki dan masuk masa pemeliharaan nantinya,” tukasnya.

Warga setempat, Mino (58), menilai proyek drainase yang dikerjakan penyedia jasa asal Kebumen itu tidak rapi. “Masak tanah bekas galian tidak dikembalikan. Kalau hujan tanah itu pasti akan lari ke mana-mana dan membuat licin jalan aspal dan tampak kotor,” ucap Mino.

Baca Juga :  Satgas Saber Pungli Sleman Menata Personelnya

Terpisah, Kepala Seksi Jalan Wilayah Magelang 2, Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Pemprov Jateng, Guritno, mengaku sudah berulangkali memberikan pembinaan dan teguran kepada penyedia jasa.

“Kepada orang-orang PT Mitra Karya Paracons, saya sudah sering memberikan pembinaan yang bersifat jalan keluar agar dapat merampungkan pekerjaan proyek tepat waktu. Tapi bagaimana lagi, ternyata itu alasan mereka,” terang Guritno.

Dari pantauan, proyek yang sama di bawah naungan Balai Pelaksana Teknis Jalan Wilayah Magelang 1, di wilayah Kabupaten Magelang juga mengalami kemoloran dari jadwal yang ada. Sejumlah proyek juga tak rampung sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan oleh panitia. (sol)