PT Harus Berperan Jadi “Smartpower”

213
Wisudawan terbaik UPN "Veteran" Yogyakarta di kampus setempat, Sabtu (14/10/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Perguruan Tinggi (PT) harus mampu menjadi smartpower atau kekuatan yang cerdas di era global ini. Peran itu sangat penting mengingat perkembangan jaman, kemajuan teknologi, dan pesatnya arus globalisasi berimplikasi pada perkembangan peperangan modern.

“Saat ini terjadi peperangan modern dalam bentuk asymetric warfare dan proxy war maupun ancaman non militer lainnya seperti korupsi, narkoba, radikalisme dan terorisme. Segala bentuk ancaman tersebut perlu dihadapi oleh seluruh komponen bangsa, antaralain peran serta Perguruan Tinggi dalam bentuk smartpower,” ungkap Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta (UPNVY), Prof Sari Bahagiarti dalam wisuda 635 lulusan Diploma, Sarjana dan Magister di kampus setempat, Sabtu (14/10/2017).

Menurut Rektor, peran serta PT dapat diwujudkan melalui peningkatan pemahaman cinta tanah air, pembelaan dan pengawalan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta Pembangunan Nasional oleh masyarakat terdidi. Selain itu menjadikan Bela Negara sebagai nilai-nilai yang perlu ditanamkan dan dikembangkan di setiap PT Indonesia.

“Seluruh perguruan tinggi di Indonesia berkomitmen mengimplementasikan nilai-nilai bela negara dalam program Sinergi Kampus Bela Negara Indonesia (SKBNI) 2017. Program ini sebagai salah satu tolak ukur implementasi bela Negara di lingkungan akademisi,” tandasnya.

Sementara Subbag Kerjasama dan Humas UPN “Veteran” Yogyakarta, Markus Kusnardiyanto menjelaskan kampus itu mewisuda 635 wisudawan. Jumlah tersebut terdiri dari program Magister sebanyak 16 orang, program Sarjana sebanyak 619 orang, dan program Diploma 22 orang.

Sebanyak 10 wisudawan menerima penghargaan Karya Cendekia pada wisuda kali ini. Karya Cendekia adalah penghargaan yang diberikan kepada mahasiswa dengan prestasi akademis, lulus dalam waktu singkat, berprestasi di luar kampus, dan aktif di kegiatan organisasi maupun sosial.

“Pemberian penghargaan ini sudah berlangsung sekitar 17 tahun dan diberikan kepada mahasiswa setiap periode wisuda. Dari 635 wisudawan, panitia menyeleksi peraih penghargaan dengan membandingkan berbagai komponen penilaian,” imbuhnya.(yve)