PT Harus Mampu Ikuti Revolusi Industri

360
Menristekdikti Mohamad Nasir menyampaikan paparan dalam kuliah umum di Instiper Yogyakarta, Rabu (07/03/2018).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Perguruan tinggi (PT) dituntut untuk mampu mengikuti revolusi industri. Sehingga mereka tidak hanya memberikan ijasah pada lulusannya.

“Kalau hanya memberikan ijazah saja, perguruan tinggi akan ditinggalkan,” ujar Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam kuliah umum di Institut Pertanian (Instiper) Yogyakarta, Rabu (07/03/2018).

Menurut Nasir, Revolusi Industri 4.0 yang terjadi saat ini membutuhkan sistem produksi yang inovatif dan berkelanjutan. Karenanya PT dituntut bisa menghasilkan lulusan yang kompetensinya sesuai dengan kebutuhan industri.

Apalagi di era disrupsi, kesiapan sumber daya manusia sangat dibutuhkan untuk bisa bertahan dari revolusi. Contohnya Instiper sebagai institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan yang bekerja di pabrik kelapa sawit, maka lulusannya harus dilengkapi dengan sertifikat kompetensi.

“Dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, diharapkan Instiper menjawab kebutuhan industri terutama di bidang perkebunan dan kehutanan yang juga turut berubah seiring revolusi digital,” tandasnya.

Sementara Rektor Instiper, Purwadi, mengungkapkan kampus itu siap menghadapi revolusi industri 4.0. Diantaranya melalui pengembangan pendidikan berbasis kemitraan PT dan universitas.

Instiper membekali lulusan dengan keterampilan di bidang teknologi pertanian, manajemen kehutanan, teknik pertanian , bisnis pertanian, mau teknologi informasi pertanian. Model pendidikan seperti itu diharapkan membuat lulusan siap bersaing di dunia industri.

“Diharapkan kompetensi ini jadi bekal bagi para lulusan perguruan tinggi untuk masuk dalam pasar tenaga kerja,” jelasnya.(yve)