PT Islam Mempertemukan Agama dan Keilmuan, Untuk Apa ?

252
MoU dalam perayaan Mensyukuri Kelahiran UIN Sunan Kalijaga yang ke-66, Selasa (26/09/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Pengembangan pendidikan tinggi (PT) Islam harus mampu mempertemukan agama dengan llmu dalam suasana kerjasama, agar bisa membimbing masyarakat ke dalam kesejahteraan. Sehingga agama melalui keilmuan filsafat memperluas kepercayaan dan memperhalus perasaan agama.

“Agama dengan sejarah memperluas pandangan Agama. Agama dengan sosiologi mempertajam pandangan agama ke dalam masyarakat yang hendak dipimpin,” ujar Wakil Rektor Bidang Administrasi, Perencanaan dan Keuangan UIN Sunan Kalijaga, Phil Sahiron dalam perayaan Mensyukuri Kelahiran UIN Sunan Kalijaga yang ke-66 tahun di kampus setempat, Selasa (26/09/2017).

Karenanya di usia 66 tahun, UIN Sunan Kalijaga terus berupaya menggembangkan ilmu-ilmu ke-Islaman, memelihara tradisi ke-Islaman. Selain itu melahirkan banyak ulama yang bisa menjaga semakin baiknya peradaban di negeri ini.

“Berefleksi untuk memahami apa yang masih kurang dan perlu dibenahi agar semakin baik. Sesuai dengan diskripsi yang dibacakan Mohammad Hatta dalam memorandum di Ndalem Pangulon Kraton Yogyakarta pada 10 April 1946 lalu,” tandasnya.

Phil menjelaskan, filosofi menjadi dasar transformasi IAIN menjadi UIN Sunan Kalijaga pada tahun 2004. Perubahan dilakukan agar kampus UIN Sunan Kalijaga lebih leluasa dalam memadukan ilmu-ilmu ke-Islaman, ilmu-ilmu sosial dan humaniora, serta ilmu-ilmu kealaman demi memberikan kontribusi yang lebih berarti bagi kemajuan dan kejayaan peradaban manusia.

Apalagi UIN Sunan Kalijaga sudah berada pada gelombang dan frekwensi yang sama untuk mencapai World Class University (WCU) dalam Islamic Studies. Kampus itu memilik modal akademik seperti peringkat akreditasi A dan BAN-PT dan 25 Prodi telah terakreditasi A, 21 Prodi terakreditasi B, 1 Prodi proses akreditasi serta dalam proses peningkatan akreditasi ke B dan A.

UIN juga mendapatkan Sertifikat ISO 9001-2008 dari TUV Rheinland Jerman sejak tahun 2009. Hal itu berarti kampus tersebut dinilai berhasil mempertahankan predikat lembaga yang memenuhi standar pelayanan jasa berbasis Internasional.

Infrastruktur Teknologi Informasi (TI) yang representatif dan tercatat sebagai Top Nasional Winner Program Telkom Smart Campus. UIN Sunan Kalijaga berhasil di posisi ke 3 nasional dan ke 6 Asia Tenggara dalam rangking webomentric.

“SDM Dosen dan Peneliti yang memiliki reputasi nasional dan internasional, dengan jumlah Profesor 35 orang dan lebih dari 100 Doktor,” jelasnya.

Phil menambahkan, sejak Juli 2016 resmi menjadi anggota Lembaga Akreditasi tingkat Internasional ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA). Hal itu memacu reputasi internasional melalui program riset pasca Doktor.

Karenanya kampus tersebut membuka dua Program Doktor kelas Internasional pada tahun akademik 2015/2016. Mereka melibatkan empat universitas dari negara lain untuk mensukseskan Program Doktor kelas internasional ini, yakni Georg August University, Jerman, Zaitunah University Tunisia, Redboad University Belanda, dan Suez Canal University Mesir.

“Dengan modal itu semua, pihaknya yakin cita-cita menjadi wcu dalam Islamic Studies segera terwujud,” imbuhnya.(yve)