PT Jangan Ciptakan Jurang Kematian

189
Sekjen Kemenristekdikti, Prof Ainun Na'im dalam orasi ilmiah Dies Natalis ke-59 UJB di kampus setempat, Sabtu (7/10/2017).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Perguruan Tinggi (PT) diharapkan tidak menciptakan ‘jurang kematian’ yang membuat hasil penelitian gagal dimanfaatkan ke masyarakat. Berbagai batasan yang diciptakan dunia industri seringkali membuat berhenti jadi sekedar wacana.

“Hasil peneltian saat masuk ke mayarakat kadangkala tidak berhasil digunakan. Ini yang menjadikan perguruan tinggi menciptakan jurang kematian,” ujar

Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Prof Ainun Na’im dalam orasi ilmiahnya pada puncak Dies Natalis ke-59 Universitas Janabadra (UJB) di kampus setempat, Sabtu (7/10/2017).

Karena itulah, lanjut Ainun PT harus mampu meningkatkan daya saing Indonesia dan membangun masyarakat menjadi lebih sejahtera. Salah satunya melalui pengembangan kreativitas dan inovasi tinggi yang menghasilkan hasil penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga :  Dewa Uang Muncul di Perayaan Imlek Bakpia djaVa

Dengan demikian penelitian tersebut tidak sekedar menjadi bekal untuk perhitungan angka kredit. Apalagi jika penelitian tersebut hanya menjadi referensi.

“Perguruan tinggi harus punya kreativitas dan inovasi tinggi sehingga daya saing kita meningkat.

Kemenristekdikti mendorong perguruan tinggi melibatkan industri dalam proses pendidikan dan penelitian,” ungkapnya.

Sementara Koordinator Kopertis Wilayah V Yogyakarta, Bambang Supriyadi mengungkapkan, PT di DIY, termasuk UJB diharapkan terus menguatkan hasil penelitian dan inovasi. Hal itu penting dalam rangka hirilisasi hasil penelitian.

“UJB diharapkan tidak hanya selesai dengan proses pendidikan dan penelitian, tetapi bagaimana hasil-hasil penelitiannya dihilirisasi agar menghasilkan produk-produk yang memenuhi kebutuhan masyarakat luas,” paparnya.

Rektor UJB Ir Cungki Kusdarjito MP PhD menambahkan, UJB meningkatkan kinerja agar adaptif di era perubahan yang berlangsung cepat pada saat ini. Hal itu menjadikan UJB menempati ranking 79 nasional pada tahun ini atau naik peringkat dari sebelumnya ranking 105 nasional.

Baca Juga :  Pasar Hewan Pindah ke Lokasi Baru

“Kami hanya menyisakan satu program studi S-2 yang masih terakreditasi C. Diharapkan akan dapat naik peringkat dalam proses reakreditasi selanjutnya,” imbuhnya.(yve)