PT KAI Tanggung Kenaikan Tarif

209
Pekerja memperbaiki jalur rel di Stasiun Besar Yogyakarta. PT KAI akhirnya membatalkan rencana kenaikan tarif baru per 1 Januari 2018. (Rosihan Anwar/KoranBernas.id)

KORANBERNAS.ID — Rencana Kementerian Perhubungan menaikan tarif kereta api ekonomi jarak sedang dan jauh bersubsidi mulai 1 Januari 2018 akhirnya urung direalisasikan. Manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) memutuskan akan menanggung selisih kenaikan tarif kereta api (KA) ekonomi jarak sedang dan jauh bersubsidi.
Keputusan ini menjadikan penumpang tidak menanggung kenaikan tarif. Sedangkan tarif yang dibayar penumpang sama dengan tarif lama yang telah diberlakukan sejak tahun 2016.
“PT KAI menjual karcis dengan nominal sama dengan tarif tahun 2016, selisihnya yang ditanggung PT KAI,“ kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto Ixfan Hendriwintoko, Kamis (5/10) siang.
Manajemen PT KAI, ujar Ixfan, tetap melaksanakan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 42 Tahun 2017 tentang Tarif Kereta Api dan Pelaksanaan Kewajiban Pelayananan Publik atau Public Service Obligation (PSO). Walaupun, kenaikan ditanggung PT KAI sendiri.
Di Daop V Purwokerto, menurut Ixfan, ada tuju KA yang mengalami kenaikan tarip per 1 Januari 2018. Kelima KA yang mengalami kenaikan tarif, di antaranya KA Logawa jurusan Purwokerto – Surabaya Gubeng – Jember dari Rp 74.000 menjadi Rp 80.000, kemudian KA Kahuripan jurusan Blitar – Kiaracondong dari Rp 84.000 menjadi Rp 95.000. KA Serayu jurusan Purwokerto – Kroya – Pasar Senen dari Rp 67.000 menjadi Rp 70.000. KA Kutojaya Selatan jurusan Kutoarjo – Kiaracondong dari Rp 62.000 menjadi Rp 65.000
Sedangkan KA lain yang mengalami kenaikan yaitu KA Bengawan Solo jurusan Purwosari Solo – Pasar Senen dari Rp 94.000 menjadi Rp 110.000. KA Pasundan jurusan Surabaya Gubeng – Kiaracondong dari tarif Rp 94.000 menjadi Rp 110.000. KA Gaya Baru Malam jurusan Surabaya Gubeng – Pasar Senen dari harga Rp 104.000 menjadi Rp 120.000.
“Keputusan PT KAI menanggung selisih tarif per 1 Januari 2017, penumpang KA Gaya Baru Malam masih membayar Rp. 104.000, nominal tiketnya sebesar itu, “tandas Ixfan Hendriwintoko. (ros)

Baca Juga :  Laporkan Jika Ada Sekolah Lakukan Pungli