PT Pariwisata Ikut Berperan Bela Negara

244
PAPARKAN-- Kapolda DIY Brigjen Pol Achmad Dofiri menyampaikan kuliah umum dalam Pelantikan UKM Satma-Bara STIPRAM di kampus setempat, Rabu (17/01/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Perguruan Tinggi (PT) pariwisata harus ikut berperan dalam program bela negara. Peran serta tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan dunia pariwisata.

“Kita harus serius menekuni bidang masing-masing juga termasuk bela negara. Karenanya mahasiswa sebagai generasi masa depan bangsa bisa belajar giat dan berkontribusi bagi bangsa dan negara lewat bidangnya masing-masing,” ujar Kapolda DIY Brigjen Pol Achmad Dofiri dalam Pelantikan UKM Satma-Bara Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) di kampus setempat, Rabu (17/01/2018).

Menurut Dofiri, PT dinilai berperan sentral dalam pembangunan nasional. Sebab merekalah yang mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di berbagai bidang dan menghasilkan hasil riset unggulan. Apalagi PT juga menjadi harapan bangsa untuk menjawab tantangan masa depan.

“Jadi apapun yang kita kerjakan lakukanlah dengan serius dan sungguh-sungguh. Bidang pariwisata termasuk pilihan tepat untuk berkarya mengabdi pada negara karena masih banyak potensi pariwisata yang bisa dikembangkan,” tandasnya.

Sementara Ketua STIPRAM, Suhendroyono mengungkapkan, banyak pimpinan PT yang prihatin akan dunia pariwisata Indonesia. Padahal Indonesia merupakan negara pariwisata terbesar dunia.

“Kegundahan sedang melanda kami para pimpinan perguruan tinggi pariwisata. Kekhawatiran ini karena dunia pariwisata Indonesia masih kalah dengan negara tetangga soal pengembangan pariwisata,” ungkapnya.

Suhendroyono yang merupakan Ketua Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) tersebut berharap semua pihak dapat bersama-sama mengembangkan dunia pariwisata Indonesia ini pun menegaskan, pihaknya menginginkan PT pariwisata di Indonesia bisa setara dengan PT pariwisata lainnya di luar negeri.

Untuk itu berbagai inovasi dan kreasi harus dilakukan untuk mencapai hal tersebut. Stipram sebagai PT pariwisata mencoba memadukan kurikulum dari pendidikan pariwisata standar Amerika dan standar Eropa.

“Kami pun terus berupaya mendorong lebih banyak lagi dosen maupun mahasiswa untuk menulis di jurnal-jurnal internasional terindeks Scopus. Walaupun sebenarnya Scopus sudah mulai ditinggalkan oleh PT di negara lain,” jelasnya.(yve)