PT RFB Ekspansi ke Yogyakarta

134
Pembukaan kantor PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) di Malioboro City Blok Jalan Laksda Adisutjipto, Senin (06/08/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sebagai perusahaan pialang berjangka di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) terbesar di tanah air, PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) ekspansi dengan membuka kantor cabang di  kompleks Malioboro City Blok, Jalan Laksda Adisutjipto, Yogyakarta, Senin (06/08/2018).

Pembukaan ditandai pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng oleh CEO PT RFB, Teddy Prasetya, Dirut PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Fajar Whibiyadi, Dirut PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang, Kancab PT RFB Yogyakarta Dewi Diananingrum, perwakilan tamu undangan serta Polda DIY.

Acara diisi juga dengan pemberian donasi bagi Legium Veteran Republik Indonesia (LVRI) Cabang Sleman dan LVRI Cabang Bantul senilai Rp 20 juta. Secara spontan PT KBI menambahi juga nilai yang sama donasi bagi para pejuang  tanah air tersebut.

“Yogyakarta ini adalah kantor ke-10,” kata Teddy. Sebelumnya RFB buka dua kantor di Jakarta,  Medan, Palembang, Semarang, Surabaya, Pekanbaru, Solo dan Bandung.

Baca Juga :  Kata Petani, Sumur Pantek Lebih Irit

Pembukaan  kantor cabang di Kota Gudeg ini  didasari  catatan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), investor potensial di Yogyakarta pada kisaran 35.900 orang. Di Jakarta saja, nasabahnya banyak  yang berasal dari DIY.

“RFB tertarik untuk melakukan ekspansi, karena para pelaku pasar modal adalah salah satu target market dari investyasi komoditas berjangka. Kami ingin berkontribusi dalam memperkuat eksistensi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) di Indonesia sekaligus  memberti kesempatan kepada generasi muda  di DIY untuk menjadi pialang andal dan profesioal,” kata Teddy.

Ekspansi ini juga tidak lepas dari besarnya potensi industri pialang berjangka di tanah air. Berdasarkan data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, industri PBK selama tiga tahun terakhir mengalami pertumbuhan dengan peningkatan volume transaksi  sebesar 6,40 persen pada 2016 dan 0,48 persen pada tahun 2017.

Kemudian, semester 1-2018 tumbuh 30,15 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. “Untuk Yogyakarta  pada tahun pertama targetnya 300 nasabah dan saya optimis ini bisa tercapai,” katanya.

Baca Juga :  Sleman Memulai Gerakan Konsumsi Produk Sendiri

Menurut Tedy, selama semester pertama 2018, RFB membukukan kinerja cemerlang. Secara nasional jumlah nasabah baru RFB  meningkat sebesar 27,16 perse atau bertambah 1.311 nasabah. Sehingga total hingga kini nasabah RFB 10.000.

Dari  data  volume transaksi  RFB hingga akhir Juni 2018 mencapai 615,513 lot naik 148,86 persen dibandingkan posisi yang sama tahun 2017 sebesar 247,332 lot.

Sementara Dewi mengatakan untuk tahun pertama Yogyakarta ditarget 300 nasabah baru atau 3.000 nasabah baru untuk semua kantor cabang.

“Setiap kantor cabang harus memiliki kontriubsi terhadap total bisnis perusahaan dan untuk Yogyakarta kami harapkan mampu memberikan kontribusi 10 persen dari total bisnis secara umum. Dam turut meramaikan pasar PBK di Kota pelajar ini,” jelasnya.

Sedangkan Stepanus mengatakan, masyarakat yang  ingin berinvestasi harus hati-hati . Jangan sampai mereka tertipu investasi yang tidak jelas.  (sol)