PTMSI DIY Targetkan Minimal Satu Atlet Jadi Aset Negara

319
Ketua PP PTMSI Oegroseno dan Bagiya Rachmadi, dan Pengurus KONI DIY, berfoto bersama seluruh personel Pengda PTMSI DIY Periode 2018-2022, Sabtu (14/04/2018). (Surya Mega/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID—Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) DIY mematok target dapat mengirimkan minimal satu atlet dari DIY yang menjadi asset negara. Untuk itu, pengurus akan semakin serius melakukan pembibitan dan pembinaan, untuk mendongkrak kualitas atlet dari DIY.

“Kalau setiap provinsi bisa mengirimkan satu atlet saja sebagai aset negara, ini akan luar biasa. Di DIY, saya sudah mendengar dan mendapatkan data-data mengenai bibit-bibit atlet yang memiliki karakter. Berikutnya, adalah tugas kita bersama, terutama pengurus, pelatih, pihak sekolah dan orangtua, untuk bahu membahu mendorong potensi mereka agar lebih berkembang dan maksimal,” kata Ketua Pengda PTMSI DIY, Bagiya Rachmadi, usai pelantikan Pengurus Daerah PTMSI DIY Periode 2018-2022, Sabtu (14/04/2018). Pelantikan dilakukan oleh Ketua PP PTMSI Komjen Pol (Pur) Oegroseno.

Baca Juga :  UPNVY Sabet Emas dan Perunggu Porda

Terkait kepengurusan, Bagiya menyebut ada sejumlah wajah baru dari kalangan muda yang memiliki kompetensi, yang diharapkan dapat mendorong pelaksanaan program kerja lebih baik. Di antaranya, adalah adanya pelatih dan wasit yang memiliki kualifikasi internasional.

Sedangkan untuk program kerja, Bagiya mengatakan, segera setelah pelantikan, pihaknya akan menggelar rapat pengurus untuk menyamakan visi dan job desk dari seluruh kepengurusan. Disusul kemudian akan digelarnya kejuaraan daerah (Kejurda) sekitar Mei-Juni 2018.

“Kami memastikan akan memberi kesempatan lebih luas kepada kelas junior. Dengan demikian, sejak awal kita akan memilki bank data mengenai atlet-atlet potensial usia dini yang akan kita bina berkesinambungan dalam program TC,” papar Bagiya.

Baca Juga :  Kejurda Minim Peserta, PODSI Keluhkan Sulit Cari Atlet

Ketua PP PTMSI, Oegroseno mengharapkan, seluruh pihak ikut berkontribusi mendorong pembinaan keolahragaan. Prestasi di bidang olahraga, katanya, tidak bisa semata-mata diserahkan ke pemerintah dan pengurus masing-masing cabor.

“Tidak bisa bergantung pemerintah saja. Generasi muda kita sangat membutuhkan arahan dan bimbingan bersama. Termasuk dari keluarga,” katanya.(SM)