PUG, Membuat Fiji Ngebet Pengin Kerja Sama

274
Amelia Nairoba pimpinan rombongan Kementerian Perempuan, Anak dan Pengentasan Kemiskinan Republik Kepulauan Fiji menyerahkan cinderamata kepada Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun MKes, Rabu (15/11/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Kementerian Perempuan, Anak dan Pengentasan Kemiskinan Republik Kepulauan Fiji melakukan kunjungan ke Kabupaten Sleman dalam rangka kegiatan Training of Trainer (ToT) on Gender Responsive Planning and Budgeting for Fiji Development Official, Rabu (15/11/2017) yang diterima oleh Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Kegiatan ini merupakan kerjasama Kementerian Perempuan, Anak dan Pengentasan Kemiskinan Republik Kepulauan Fiji , Kementerian PPPA RI, Kementerian Sekretariat Negara, USAID Indonesia, dan Pemkab Sleman melalui Dinas P3AP2KB.

Sri Danti Anwar, Plt Deputi Kesetaraan Gender Kementerian PPPA menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari program besar Program Pengarusutamaan Gender (PUG) di Fiji.

“Target utama dari kerjasama ini adalah pengembangan PUG sebagai upaya isu gender masuk pada seluruh program pembangunan prioritas negara pasifik tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sri Danti mengatakan bahwa program ini nantinya akan ditindaklanjuti melalui mekanisme monitoring dan evaluasi terhadap action planyang dibuat oleh para peserta.

Selain itu, program asistensi dan pelatihan PPRG dan PUG secara keseluruhan juga di rencanakan akan dilaksanakan pada tahun 2018 di Fiji.

Wakil Bupati  Sri Muslimatun menyampaikan bahwa dari tahun ke tahun Pemerintah Kabupaten Sleman berupaya mengorientasikan semua kebijakan dan pelaksanaan pembangunan daerah yang berwawasan gender.

Progres keberhasilan pembangunan daerah yang berwawasan gender ini salah satunya dapat dilihat dari besarnya anggaran responsip gender dari tahun ke tahun yang terus meningkat. Pada tahun 2017 anggaran sebesar 57 miliar dan pada tahun 2018 adalah sebesar 81 miliar. Hal ini tentunya tak lepas dari peran serta instansi yang menjadi penggerak atau driver dari PUG di Kabupaten Sleman.

Selain itu, setiap instansi telah memiliki program, kegiatan, dan inovasi dalam rangka menunjang pelaksanaan program PUG ini.

Menurutnya Indeks Gini kabupaten Sleman menurun 0,45 pada tahun 2015 menjadi 0,39 pada tahun 2016. Sementara untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sleman mengalami peningkatan dari 80,85 pada tahun 2015 dan pada tahun2016 meningkat 1,3 menjadi 82,15. Untuk Indeks Pembangunan Gender (IPG) di Kabupaten Sleman tahun 2015 menunjukkan angka 96,96. Keterwakilan perempuan di parlemen di DPRD Kabupaten Sleman periode 2010-2014 jumlah perempuan dalam parlemen mencapai 16% dan untuk periode 2014-2019 jumlah keterwakilan perempuan di parlemen meningkat menjadi 24%.

“Hal ini menunjukan adanya perbaikan kualitas manusia di Kabupaten Sleman,” tuturnya.

Amelia Nairoba pimpinan rombongan delegasi Fiji mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat berguna bagi dirinya sebagai perencana program di Kementerian Perempuan Fiji.

Menurutnya kelembagaan PUG mutlak diperlukan oleh Fiji untuk memastikan isu gender masuk dalam prioritas pembangunan. “Pelatihan sebanyak apapun jumlahnya akan sia-sia dan tidak akan membawa dampak yang signifikan apabila tidak masuk sistem atau melembaga, harus ada norma yang mengatur dan jelas lembaga yang melakukan,” terangnya.

Dalam program ini ke 13 peserta dibimbing oleh 3 orang pakar PUG di Indonesia. Selain pembelajaran di kelas, para peserta juga diajak mengunjungi UPT  P2TP2A Kabupaten Sleman untuk melihat pelayanan secara konferhensif dalam penanggulangan korban kekerasan perempuan dan anak. Acara juga dilanjutkan dengan kunjungan ke industry rumahan di Palgading Sinduharjo, Ngaglik dan diakhiri dengan kunjungan ke Sekolah Ramah Anak SMP Negeri 1 Kalasan. (SM)