Pukulan Gong Tandai Kampung KB

223
Bupati Temanggung HM Bambang Sukarno  memukul gong menandai pencanangan  Kampung KB, Kamis (31/08/2017). (endri yarsana/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Pukulan gong dan penandatanganan berita acara oleh Bupati Temanggung HM Bambang Sukarno  menandai pencanangan  Kampung KB  Dusun Jetis I Desa Jetis Kecamatan Selompampang, Kamis (31/08/2017.

Bupati HM Bambang Sukarno mengatakan, dengan diresmikannya Desa Jetis  sebagai kampung KB diharapkan masyarakat semakin sadar mengenai pentingnya mengikuti program keluarga berencana.

“Dengan KB niscaya tiap keluarga bisa merencanakan kehidupan yang baik, utamanya masalah kehamilan dan kelahiran dengan memiliki dua anak cukup guna mewujudkan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera,” ujarnya.

Di Temanggung, sudah ada 250 Kampung KB tersebar di 20 kecamatan. Nantinya secara bertahap akan ditingkatkan, hingga 2018 akan tambah lagi di seluruh kecamatan.

Baca Juga :  Target PAD Tak Pernah Terpenuhi

Program ini diharapkan meningkatkan  kesadaran  masyarakat akan pentingnya ber KB  dengan memiliki dua anak cukup.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Temanggung, Masruchi, menuturkan Pemerintah Kabupaten Temanggung menyediakan kuota pelayanan pemasangan alat KB jenis implant gratis hingga 15.000 orang per tahun, yang terdiri atas pembongkaran maupun pemasangan baru.

Menurut dia, pelayanan pemasangan alat KB dapat diperoleh di puskesmas maupun rumah sakit. Selain implant, ada beberapa alat kontrasepsi atau metode lain yang dapat dipilih. Seperti metode medis operasi pria (vasektomi), medis operasi wanita (tubektomi), IUD, suntik, pil, dan kondom.

Kepala Desa Jetis,  Sudibyo, mengatakan Dusun Jetis I menjadi kampung KB mengingat tingkat pernikahan usia muda cukup tinggi, rata-rata wanita melahirkan di bawah usia 21 tahun, KB MKPJ masih rendah.

Baca Juga :  Dewan Ketok Palu Setujui Perda Retribusi

Dia berharap kampung KB ini dapat dijadikan sebagai pusat informasi konseling agar warga setempat bisa terbebas dari masalah pernikahan dini hingga narkotika. (edy)