Puluhan Kambing Bergelimpangan Dibantai Anjing Liar

835
Kambing milik warga Desa Purwodadi Kecamatan Tepus yang mati akibat dibantai anjing liar, Minggu (10/09/2017). (st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Puluhan kambing milik warga Desa Purwodadi Kecamatan Tepus Gunungkidul ditemukan bergelimpangan di kandang dalam kondisi sudah mati. Tubuhnya yang tercabik-cabik ini diduga kuat menjadi korban keganasan anjing liar, Minggu (10/09/2017).

Kepala Desa Purwodadi Kecamatan Tepus, Sucipto, menjelaskan peristiwa yang terjadi sekitar  pukul 02:00 ini terjadi pada warga yang memiliki ternak kambing di dua dusun yaitu Dusun Danggolo dan Sureng.

Di Dusun Danggolo ada 7 ekor kambing warga, dan Sureng ada 3 ekor kambing yang ditemukan dalam kondisi sudah mati. “Jika ditotal sejak serangan pertama sudah ada sekitar 50-an ekor kambing milik warga kami mati dimangsa anjing liar,” kata Sucipto.

Upaya warga mencegah serangan hewan liar tersebut sudah dilakukan, dengan membawa pulang kambing ke sekitar rumah, dan menjaga kandang yang jauh dari permukiman.

Baca Juga :  Proses Landclearing Sempat Salah Sasaran

Namun pada Minggu dinihari ini, sebagian warga memilih pulang karena ada hajatan. “Saat warga lengah dan kandang kambing tidak dijaga, maka anjing liar langsung membantai kambing-kambing yang ada di kandang,” tambahnya.

Dia mengakui, kambing yang sudah mati dengan bekas terkaman di leher, hanya sebagian kecil yang dimangsa anjing liar itu. “Biasanya hanya dimangsa darahnya atau bagian dalam perut kambing, setelah itu ditinggal pergi,” ucap Sucipto.

Serangan anjing liar yang dilakukan secara gerombolan ini, beberapa waktu lalu sudah diupayakan dicegah dengan cara membunuh ajing liar tersebut “Bahkan kami beberapa waktu lalu bekerja sama dengan Perbakin, tetapi hanya satu yang tertangkap,” ujarnya.

Sucipto mengatakan pihaknya sudah memerintahkan seluruh warga jika mengetahui anjing tidak diketahui pemiliknya lebih baik ditangkap, karena sudah meresahkan masyarakat.

Baca Juga :  Kata Bupati, CSR Belum Terkoordinasi

Anjing liar itu diduga hidup di goa-goa yang ada di sekitar desa setempat. Karena musim kemarau, anjing ini keluar dari goa dan turun gunung selanjutnya memasuki permukiman penduduk dan membantai kambing milik warga.

Sebelumnya, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Gunungkidul, Suseno Budi, mengakui serangan hewan liar ini terus berulang setiap tahunnya. Tahun lalu, paling banyak ditemui di sisi barat atau sekitar Kecamatan Panggang dan Purwosari. Saat ini banyak dijumpai di sisi timur wilayah Desa Purwodadi Kecamatan Tepus.

Dia menduga anjing liar turun gunung karena kurang pakan dan air saat musim kemarau sehingga menyerang ternak kambing milik warga. Dinas sudah mengimbau masyarakat untuk mendekatkan kandang ke permukiman, dan merapatkan kandang. (st aryono/sol)