Puluhan Penderita Gangguan Jiwa Bebas Pasung

261
Siti Nurjanah memberikan penyuluhan tentang tata cara merawat penderita gangguan jiwa. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Tradisi memasung penderita gangguan jiwa masih ada di tengah masyarakat, tak terkecuali di Kabupaten Cilacap.

Banyak warga desa yang umumnya miskin mengira gangguan jiwa tidak bisa sembuh. Mereka beranggapan perawatan gangguan jiwa mahal. Mereka juga khawatir, bila tidak dipasung maka penyandang gangguan jiwa akan mengganggu, bahkan merusak lingkungan sekitar.

Berkat kiprah seorang dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FIKES UMP) di Banyumas Jawa Tengah, Ns Siti Nurjanah S Kep M Kep Sp Kep J, puluhan penyandang gangguan jiwa kini bebas dari pasungan.

Siti Nurjanah mengungkapkan, menjadi perawat jiwa butuh kesabaran luar biasa, perawatan yang dilakukan bukan sekadar fisik, tetapi ikut masuk ke dalam dunia pasien dan perlahan membangun kembali jiwa mereka.

Melalui pendekatan ini mahasiswa diharapkan tidak memandang sebelah mata perawat jiwa dan akan terinspirasi menjadi perawat di RSJ,” ungkapnya di Purwokerto, Minggu (29/10/2017).

Dia mengajak mahasiswanya merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) melalui Program Hibah Bina Desa (PHBD) dengan menciptakan Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ). Program ini dilaksanakan di Desa Karangsari Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap.

Dalam perjalanan pendidikan, seorang mahasiswa keperawatan banyak yang mendambakan menjadi perawat di rumah sakit. Dalam benak mereka merawat orang sakit hanya akan akrab dengan infus dan jarum suntik saja. Namun, bagaimana dengan perawat rumah sakit jiwa? Sayangnya, belum banyak mahasiswa yang mendambakan menjadi perawat di Rumah Sakit Jiwa,” katanya.

Menjadi perawat RSJ tentunya sangat berbeda dengan menjadi perawat di Rumah Sakit Umum, mereka tidak akrab dengan jarum dan infus tetapi akrab dengan orang gila yang banyak dikucilkan di masyarakat.

Mereka menganggap perawat RSJ adalah pekerjaan yang menjadi pilihan terakhir jika itu bukan niat yang timbul dari hati.

Berbeda dengan dosen FIKES UMP yang akrab disapa Jannah ini, ia pun terjun langsung ke rumah pasien dan mencontohkan cara merawat pasien mulai dari cara bernafas dan merawat diri.

Mahasiswa jika terjun langsung akan dapat merasakan apa yang mereka rasakan sehingga dapat menyentuh hati nurani mereka,” ujarnya. (sol)

Baca Juga :  Rekomendasi Pembelian Solar Sepi Pemohon