Puluhan Ribu Pegowes Siap Beramal untuk Kemanusiaan

369

KORANBERNAS.ID — Pemilik hobi bersepeda atau gowes, bakal mendapat kesempatan gowes sambil beramal. Panitia Gowes Senangat Pahlawan Peduli Kemanusiaan (GSPPK) bersama Gubernur Jateng dan Forkominda Kebumen, memberi kesempatan itu pada Minggu (10/12/2017). Pemilik hobi gowes bisa bersepeda 10 km atau 20 km di Kecamatan Karanganyar dan sekitarnya, sambil beramal.

“Panitia akan memanfaatkan sisa dana kegiatan ini untuk bedah rumah tidak layak huni di Kebumen, “ ujar Ketua panitia GSPPK Sumaryo, SH kepada wartawan di Meotel Hotel Kebumen Rabu (18/10/2107) malam. Kegiatan untuk kemanusiaan untuk memperingati Hari Pahlawan 2017, panitia menargetkan jumlah peserta 10.000 orang.

Dengan harga tiket tiap peserta Rp 30.000 diperkirakan akan terkumpul dana Rp 300 juta. Dana tersebut sebagian akan digunakan untuk bedah rumah tidak layak huni. Panitia berkomitmen seefisien menggunakan dana yang bersumber dari peserta, sehingga rumah yang dibedah lebih banyak.

Panitia GSPPK Kebumen telah mempersiapkan untuk melayani peserta dengan jumlah sebanyak itu. Rute yang sudah dipersiapkan di Kecamatan Karanganyar, Sruweng dan Karanggayam. Ada dua rute yang dipersiapkan, yakni rute dengan jarak 10 km dan jarak 20 km.

“Ada hadiah utama yang diundi sebuah mobil Ayla, “ kata Sumaryo.

Sugeng Budiawan, Ketua panitia III GSPPK Kebumen menambahkan, ide awal kegiatan ini gowes untuk kemanusiaan pengungsi Rohingya. Atas saran Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, melalui kerabat Sugeng, Hendra, Ganjar mengatakan sudah cukup banyak kegiatan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya. Gubernur menyarankan kegiatan ini tetap untuk kemanusiaan, bedah rumah tidak layak huni.

Sugeng Budiawan mengaku tersentuh, ketika melihat rumah tidak layak huni di Kebumen. Karena itu, ia setuju sasaran kegiatan kemanusiaan, diubah untuk penghuni rumah tidak layak huni

Dandim 0709 Kebumen Letkol Kav Sueb SIP dan Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti SSos mendukung kegiatan gowes untuk kemanusiaan. Kabupaten Kebumen sebagai daerah paling miskin kedua di Jateng, memerlukan uluran tangan pihak lain, untuk menanggulangi kemiskinan. Kegiatan semacam ini sangat bermanfaat untuk perbaikan rumah tidak layak huni. (yve)