Puluhan Wisatawan Disengat Ubur-ubur Beracun

254
Tim SAR menolong wisatawan korban sengatan ubur-ubur di Pantai Sepanjang Gunungkidul, Minggu (13/8/2017).(st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Puluhan wisatawan Pantai Sepanjang Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari Gunungkidul, menjadi korban sengatan impes atau lebih dikenal dengan sebutan ubur-ubur beracun, Minggu (13/08/2017).

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto, mengatakan, peristiwa tersebut terjadi ketika rombongan wisatawan asal Klaten dan beberapa wisatawan dari daerah lain tengah asyik bermain air di bibir pantai. Mereka mengeluh sakit di bagian kaki, seperti tersengat. Tim SAR langsung mendatangi korban dan melihat bintik-bintik merah di kulit akibat tersengat ubur-ubur beracun.

“Kami mendapatkan laporan ada wisatawan yang tersengat hewan laut di bibir pantai, mereka langsung kami evakuasi. Setelah ditelusuri ternyata serangan ubur-ubur beracun,” kata Surisdiyanto.

Baca Juga :  Wisatawan Kangen dan Ingin Kembali

Wisatawan yang menjadi korban sengatan impes mengeluh gatal-gatal di bagian yang tersengat, sakit perut dan sebagian lagi sesak nafas.

Para korban langsung dibawa ke Pos SAR untuk diberikan pertolongan. Sebanyak tiga korban yang mengalami sesak nafas langsung diberikan oksigen.

Petugas SAR juga mengusapkan alkohol di bagian tubuh yang terkena sengatan ubur-ubur untuk meredam rasa sakit yang ditimbulkannya. Kendati banyak terjadi korban, namun tidak sampai menimbulkan luka ataupun sakit yang serius. “Total yang tercatat ada sebanyak 14 orang korban, namun sebetulnya ada sebanyak 20 orang korban,” tambahnya.

Untuk mengurangi populasi ubur-ubur di pinggir pantai, setiap pagi, tim SAR dibantu warga melakukan pembersihan impes di sekitar Pantai Sepanjang, kemudian dikubur agar tak tersentuh manusia.

Baca Juga :  Ki Seno Nugroho Siap Gebrak DPRD DIY

Namun karena ubur-ubur beracun tersebut jumlahnya ratusan hingga ribuan, sementara jumlah petugas terbatas sehingga tidak dapat tertangani keseluruhan.

Terpisah, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Marjono, mengaku bulan Juli hingga Agustus ini memang merupakan waktu ubur-ubur atau impes mendarat di pantai selatan Gunungkidul. (sol)