Puncak Bucu, Pesona Bantul yang Menantang

908
Pembangunan Puncak Bucu, Piyungan, Bantul. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID — Sebentar lagi sebuah destinasi wisata yang menarik nan menantang akan hadir di kawasan Puncak Bucu, Dusun Ngelosari, Desa Srimulyo,Kec Piyungan. Hal ini menyusul peletakan batu pertama pembangunan replika Masjid Mataram Yogyakarta di tempat tersebut, Kamis (24/8/2017).

Peletakan batu pertama dihadiri oleh Prof. Budi Prayitno dari UGM, Lurah Desa Srimulyo Drs Wajiran, Gus Miftah seorang tokoh agama, Muspika Piyungan dan masyarakat setempat.

Lurah Wajiran mengatakan wilayah Puncak Bucu ini akan di jadikan tempat wisata religi, ziarah,sejarah dan do’a bagi umat beragama. Luasnya mencapai 50 hektar dan merupakan lahan Sultan Ground (SG)

“Di wilayah ini akan di bangun replika Masjid Mataram tentunya kami sudah seiijin pihak keraton, serta menjadikan daerah ini menjadi Wisata budaya atau Wisata Bhineka Tunggal Eka. Setelah pembangunan Masjid selesai kemudian akan dibangun replika Pura. Kita hidup ini beragam dinamika maka harus menyamakan persepsi guna kemajuan bangsa ini,” katanya

Baca Juga :  Belajar Bikin Manuk-manukan di Kampung Dolanan

Sementara Prof Budi sebagai pendamping mengatakan Puncak Bucu memiliki prospek sebagai daya tarik wisataw. Dimana konsep pembangunan replika masjid dan pura dengan model trap di sesuaikan dengan medan pegunungan dan pelaksanaan pembangunan rencana selama 6 bulan selesai.

“Kami berharap puncak Bucu akan menjadi menjadi destinasi unggulan,”katanya.

Puncak Bucu ini memiliki daya tarik wisata yang sungguh indah serta menantang. Saat koranbernas.id naik ke puncak Bucu dengan diantar anggota Bhabinkamtibmas Polsek Piyungan Bripka Anwar Yasin, mendapat pengalaman yang luar biasa. Jalan menuju Puncak Pucu sungguh berliku, terjal dan juga tanjakan yang curam.

Akses jalan terlihat masih berlobang disana sini atau orang jawa sering menyebut ngrokel, kendati sUdah dibuat cor blok hingga lokasi.

Baca Juga :  Racana IAIN Purwokerto Bangun Desa Wisata di Riau

Begitu sampai, kita harus berjalan sekitar 100 meter naik ke atas bukit berbatu, karena kendaraan memang tidak bisa naik ke atas. Begitu sampai di Puncak Bucu, kita akan mendapati pemandangan yang sungguh indah. Selain melihat deretan bebatuan alam yang kecoklatan menjulang tinggi ditengah hamparan pohon yang menghijau, kita juga bisa melihat kota Bantul dan Jogja dari ketinggian,.Udaranya yang sejuk, membuat semakin betah dan nyaman berwisata ke tempat ini.

“Cuma jalannya memang rusak dan perlu perbaikan,”kata Bripka Anwar. (yve)